
Bulog Jamin Stok Beras Aman

"Stok yang kami miliki bahkan akan bisa bertahan dan memenuhi pangan masyarakat seluruh wilayah ini hingga Mei 2017 mendatang," kata Minggus Foes.
Kupang (Antara NTT) - Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur menjamin ketersediaan (stok) beras di wilayah berbasis kepulauan itu aman untuk perayaan Natal hingga penutupan tahun ini.
"Stok yang kami miliki bahkan akan bisa bertahan dan memenuhi pangan masyarakat seluruh wilayah ini hingga Mei 2017 mendatang," kata Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre NTT Minggus Foes di Kupang, Senin.
Dia mengatakan hal itu menjawab kondisi ketersediaan beras bagi warga jelang perayaan Natal 25 Desember nanti hingga akhir tahun 2016 ini.
Menurut dia Bulog NTT secara kelembagaan selalu mengantisipasi segala kebutuhan beras bagi warga apalagi menjelang hari raya keagamaan dengan menyediakan stok minimal enam bulan kebutuhan.
Artinya selain stok tersedia saat ini, antisipasi Bulog untuk mengadakan tambahan sudah dilakukan dengan menghitung segala kebutuhan konsumsi warga hingga enam bulan.
Dalam konteks itu, tidak ada alasan bagi warga untuk tidak mendapatkan layanan beras dalam rumah tangga.
Dengan ketersediaan yang cukup dan hingga enam bulan ke depan itu, maka diyakini kebutuhan saat perayaan Natal dan acara tutup tahun warga yang tentu akan menaikkan tingkat kebutuhan beras, akan bisa tertangani.
"Jadi sekali lagi kami yakinkan ke warga bahwa stok beras sangat tersedia jadi tidak perlu khawatir," katanya.
Dia menyebut untuk stok hari ini tercatat 34.571 ton dan itu akan diperkuat dengan pasokan tambahan dari sejumlah daerah di Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat.
Untuk rencana pasokan sebagai penambahan kekuatan stok sudah mulai masuk sejak awal Desember dan akan terus dilakukan hingga Januari 2017 nanti. Jumlah pasokan yang dilakukan itu sebanyak 12.500 ton.
"Bulog juga akan membeli beras masyarakat dari sejumlah sentra produksi padi di provinsi seribu nusa ini," katanya.
Dengan tambahan stok tersebut lanjut Minggus maka Bulog akan memiliki jumlah cadangan beras warga mencapai 47.071 ton yang mampu melayani kebutuhan warga hingga Mei 2017 mendatang.
Bulog memandang penting penyediaan stok tetsebut untuk memastikan harga jual beras di pasaran jelang hari raya Natal ini tidak terjadi kenaikan karena stok masih sangat tersedia.
"Spekulan tidak akan mampu melakukan upaya menaikkan harga dalam kondisi stok yang tersedia itu. Jadi meskipun kebutuhan meningkat tetapi stok tersedia maka harga akan tetap normal," katanya.
Sebagai lembaga yang ditugasi menyalurkan beras dan menjaga ketersediaan stok, Bulog sudah menghitung jumlah kebutuhan dan ketersediaan yang ada.
Dengan begitu maka diyakini tidak akan ada kekurangan pangan dalam rumah tangga, apalagi menjelang dan di saat perayaan hari besar keagamaan seperti Natal dan penutupan tahun ini.
Dia juga mengaku Bulog tidak pernah mengalami kesulitan dalam memasok tambahan stok dari luar daerah meski di tengah cuaca yang mengganggu pelayaran seperti saat ini.
Menurut Minggus, Bulog sudah mengantisipasi semuanya termasuk kemungkinan cuaca sehingga sangat tidak terganggu dengan kondisi perubahan iklim yang ada.
"Bulog sudah sangat pengalaman sehingga tidak ada hambatan dalam pasokan meski di tengah cuaca yang ekstrem dan sulit seperti saat ini," karanya.
Warga, lanjut Minggus diharap tidak panik dan tidak perlu khawatir tentang beras. Karena stoknya sangat tersedia.
"Warga akan bisa merayakan Natal dan tutup tahun dengan semarak dan penuh kedamaian," kata Minggus Foes.
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
