Festival memanggil ikan Dugong di Alor

id Alor

Seekor duyung sedang menunjukkan kebolehannya di tengah air laut nan jernih di sekitar Pantai Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Ikan duyung ini kabarnya dipanggil oleh seorang pawang di destinasi wisata menonton ikan duyung. (ANTARA Foto/dok) (ANTARA Foto)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menggelar festival memanggil ikan Dugong sebagai salah satu kegiatan pariwisata baru di Kabupaten Alor.
Kupang (ANTARA News NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar festival memanggil ikan Dugong sebagai salah satu kegiatan pariwisata baru di Kabupaten Alor.

"Festival yang sedang dipersiapkan ini akan menjadi objek wisata baru yang unik di Alor untuk menarik wisatawan ke daerah itu," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Ganef Wurgiyanto kepada Antara di Kupang, Jumat (8/2).

Ia mengatakan, rencana pelaksanaan festival tersebut telah dibicarakan bersama antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kata Ganef, Menteri Susi Pudjiastuti mendukung penuh pelaksanaan festival tersebut untuk menambah geliat pariwisata di daerah terutama di Kabupaten Alor.

"Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata provinsi maupun di pemerintah kabupaten untuk mempersiapkan event ini," katanya.

Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu menjelaskan, nelayan di Alor memiliki sebuah keunikan budaya yaitu ritual memanggil ikan Dugong.

Baca juga: Pariwisata NTT akan dipromosikan di Internationale Tourismus Borse Berlin

Ikan Dugong adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau lembu laut yang mampu bertahan hidup 22 tahun sampai 25 tahun.

Di Alor, lanjutnya, hanya warga tertentu yang memiliki talenta sebagai pawang yang bisa memanggil ikan untuk datang melalui ritual tertentu.

"Ini merupakan bagian dari keunikan dan kekayaan budaya bahari kita di NTT yang memiliki nilai jual untuk sektor pariwisata karena jarang ada di daerah lainnya," katanya.

Ia menambahkan, karena itu pemeirntah provinsi akan menjadikan potensi ini sebagai daya tarik baru untuk mendatangan kunjungan wisatawan ke Kabuupaten Alor.

"Dalam rancangan kami ritual memanggil ikan dugong akan dilakukan mulai tahun ini tetapi tidak dilakukan setiap hari namun bisa sebulan sekali atau dua kali," katanya.

Baca juga: NTT harus siap menjadi provinsi pariwisata
Baca juga: 600.000 lapangan kerja tercipta dari sektor pariwisata
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar