Logo Header Antaranews Kupang

Tiga Pasangan Calon Bersaing Ketat

Jumat, 6 Januari 2017 17:44 WIB
Image Print
Para kandidat Bupati Flores Timur periode 2017-2022
Tiga pasangan calon itu masing-masing Yoseph Usen Aman-Mell Fernandez (Perseorangan), Anton Doni Dihen-Rut Wungubelen (Partai Demokrat dan PKB) serta pasangan calon Lukman Riberu-Marianus Arkian Bulin (Partai NasDem, Hanura dan PKPI).

Kupang (Antara NTT) - Pengamat Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Frans Bapa Tokan mengatakan, akan ada tiga paket yang bersaing ketat memperebutkan tempat tertinggi di pilkada serentak 2017 di Kabupaten Flores Timur.

"Tiga dari enam paket yang ada itu memiliki wawasan dan kemampuan mumpuni dibanding tiga paket lainnya, sebagaimana yang tergambar dalam debat kandidat penyampaian visi, misi dan program kerja yang diselenggarakan KPU beberapa waktu lalu," kata Frans Bapa di Kupang, Jumat.

Menurut dia, dalam pemaparan visi, misi dan program kerja pasangan calon melalui debat kandidat beberapa waktu lalu, tiga pasangan calon itu dinilai mampu mengatasi sejumlah persoalan yang sedang dihadapi warga masyarakat di kabupaten berpulau itu.

Ketiga paket itu dinilai sangat menguasai aspek kebutuhan masyarakat dalam segala bentuk persoalan yang ada, sesuai dengan kondisi dan peta topografi yang dimiliki masing-masing pulau dalam daerah itu.

"Saya amati ketiganya memang memiliki visi yang sangat kuat dengan percepatan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan segala persoalan yang sedang dialami masyarakat," katanya.

Dalam konteks pemilih cerdas, maka akan sangat memberikan peluang bagi tiga paket itu mendapatkan arah pilihan warga, karena yang disampaikan sangat memberikan harapan bagi perubahan yang berarti bagi masyarakat untuk pencapaian kesejahteraannya.

Alumnus Magister Politik UGM Jogakarta itu menyebut, tiga pasangan calon itu masing-masing Yoseph Usen Aman-Mell Fernandez yang diusung perseorangan, Anton Doni Dihen-Rut Wungubelen yang diusung Partai Demokrat dan PKB serta pasangan calon Lukman Riberu-Marianus Arkian Bulin yang diusung Partai NasDem, Hanura dan PKPI.

"Ketiga pasangan itu sangat memiliki visi sesuai kondisi persoalan masyarakat dengan detail program kerja yang bisa memberikan harapan bagi masyarakat di kabupaten kepulauan itu," katanya.

Kendatipun memiliki visi, misi dan program kerja yang baik dan mudah terimplementasi, namun demikian, juga penting dihitung peta penyebaran perwakilan pasangan calon dari masing-masing pulau.

Hal itu sangat penting bagi pemilih yang masih tradisional dengan menempatkan primordialisme sebagai acuan memilih. "Kalau dia orang dari kampung saya, maka saya akan pilih dia," katanya memberikan contoh.

Tentu kondisi itu juga menjadi pertimbangan terpilih tidaknya para pasangan calon dalam pelaksanaan pilkada serentak itu.

Namun demikian, lanjut Frans Bapa, masyarakat tetap diberikan kebebasan pilihan untuk menentukan pilihannya. Entah berdasarkan visi, misi dan program kerja, atau berdasar atas emosional primordial atau berdasar pada idiologis kepartain.

Namun yang penting dari semuanya itu, para pasangan calon dan partai politik pengusung diharap bisa memberikan pelajaran politik yang cerdas kepada masyarakat, agar secara berangsur pendidikan politik masyarakat bisa terus berkembang, menjadi pemilih yang lebih rasional.

"Kami pilih kepala daerah yang akan bekerja untuk kemajuan seluruh masyarakat. karena itu penting untuk diberikan pendidikan yang bernas bagi rakyat," katanya.

Selain tiga paket calon itu, ada tiga paket calon lainnya yang ditetapkan KPU Flores Timur untuk ikut terlibat dalam ajang pesta demokrasi rakyat lima tahunan pada 15 Februari 2017 ini.

Tiga pasangan calon lainnya yaitu, Andreas Ratu Kedang-Paul Tokan dari perseoranga, Antonius Gege Hadjon-Agus Boli yang diusung Partai Gerindra, PDI Perjuangan dan PAN, serta pasangan calon Yosep Lagadoni Herin-Marius Payong Paty yang diusung Partai Golkar dan PPP.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026