
BPBD Ingatkan Nelayan Soal Gelombang Tinggi

"Peringatan dini itu sudah kita sampaikan ke para nelayan untuk bisa mengantisipaai kondisi cuaca di laut yang dalam sepekan ke depan agar tidak tertimpa bencana," kata Ade Manafe.
Kupang (Antara NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang memberikan peringatan bagi para nelayan soal gelombang tinggi dan angin kencang di laut.
"Peringatan dini itu sudah kita sampaikan ke para nelayan untuk bisa mengantisipaai kondisi cuaca di laut yang dalam sepekan ke depan agar tidak tertimpa bencana," kata Kepala BPBD Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Rabu.
Dia mengaku kondisi cuaca berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi beberapa pekan terakhir akan sangat mengganggu aktivitas para nelayan di laut.
Hal itu tentu akan berpeluang menyebabkan bencana kerugian bahkan kehilangan nyawa para nelayan itu. "Karena itu penting kami sampaikan sebagai bagian dari peringatan dini kebencanaan," katanya.
Menurut dia, penyampaian peringatan dini itu disampaikan dengan berdasar informasi BMKG yang disampaikan rutin tiap hari kepada BPBD Kota Kupang.
"Informasi dari BMKG itu rutin tiap hari dan kami langsung teruskan ke para nelayan," katanya.
Dia mengatakan kondisi perubahan cuaca di musim seperti ini sangat tidak menentu dan tidak pasti. Oleh karenanya penting untuk kita ingatkan kepada para nelayan, demi keamanan dan keselamatan para nelayan.
Terhadap jumlah dampak bencana di daerah itu selama perubahan cuaca di musim hujan sejak akhir November hingga saat ini, Ade mengaku belum terjadi dampak yang berarti.
Dia mengakui ada terjadi longsor ssbagai akibat dari banjir dan pohon tumbang akobat angin kencang, namun demikian tidak sampai membawa dampak korban nyawa.
Longsor yang dialami warga itu disebabkan oleh karena sejumlah rumah itu dibangun di bantaran sungai. "Karena banjir lalu longsorlah. Tetapi tidak ada korban jiwa," katanya.
Terkait stok bantuan penanggulangan dampak bencana, Ade Manafe mengatakan sangat tersedia dan siap digunakan kapan saja jika terjadi bencana.
Stok bantuan bencana itu berupa, makanan instan, selimut, tenda dan sejumlah kebutuhan. "Semua stok barang bantuan bencana itu masihbteraedia dan siap dimanfaatkan," katanya.
Untuk stok beras bencana, Ade Manafe menyatakan juga sangat tersedia. "Untuk beras bencana tersedia 100 ton dan siap dimanfaatkan," katanya.
Saat ini lanjut Ade warga masyarakat diminta terus waspada agar bisa terhindar dari dampak bencana yang sekatu-waktu bisa terjadi. "Kita tidak bisa prediksi kondisi alam ke depan. Yang kita butuh kewaspadaan agar bisa terhindar dari dampak bencana itu," katanya.
Posko 24 jam
Terkait dengan hal itu, pihaknya juga menyiagakan posko bencana 24 jam untuk penanganan kejadian bencana terkait perubahan cuaca yang tidak menentu terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
"Posko siaga bencana kita aktifkan 24 jam di Kantor BPBD dan siap melaksanakan tugas penanganan bencana jika terjadi sewaktu-waktu di tengah perubahan cuaca yang terus tidak menentu ini," katanya.
Dia mengatakan posko bencana berdurasi 24 jam itu sudah dimulai sejak awal Januari 2017 dan akan berakhir pada Maret 2017 nanti.Dan bisa diperpanjang, jika kondisi cuaca memberikan kemungkinan terjadinya bencana.
"Jika nantinya musim hujan masih terus terjadi maka posko bencana itu akan kita pertimbangkan untuk terus diaktifkan," katanya.
Dia mengatakan sejak perubahan cuaca dengan musim hujan yang terus mengalami peningkatan pada Desember 2016 hingga saat ini, telah terjadi sejumlah bencana yang dialami warga di wilayah tersebut.
Meskipun bencana yang terjadi hanya masuk kategori kecil dan tidak memakan korban jiwa, namun antisipasi untuk penanganan oleh BPBD selalu disiapkan.
Dia menyebut sejak Desember 2016 hingga Januari 2017 ini telah terjadi sejumlah bencana longsor dan pohon tumbang sebagai akibat dari luapan banjir dan angin kencang saat hujan mengguyur.
Namun demikian semua dampak bencana tersebut tidak terlampau menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang terkena bencana. "Yang longsor itu terjadi karena warga memiliki rumah terlalu berada di bantaran kali sehingga terdampak," katanya.
Secara kelembagaan warga tersebut telah diimbau untuk selalu waspada jika sudah terjadi hujan dengan intensitas tinggi. "Agar bisa berjaga-jaga ketika hujan turun yang bisa berdampak banjir," katanya.
Dia juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Kupang untuk secara mandiri memangkas sejumlah pepohonan yang sudah tidak lagi produktif dan dinilai membahayakan jiwa manusia. Hal itu sebagai langkah antisipatif agar tidak terdampak nantinya.
Terkait stok bantuan penanggulangan dampak bencana, Ade Manafe mengatakan sangat tersedia dan siap digunakan kapan saja jika terjadi bencana.
Stok bantuan bencana itu berupa, makanan instan, selimut, tenda dan sejumlah kebutuhan. "Semua stok barang bantuan bencana itu masih tersedia dan siap dimanfaatkan," katanya.
Untuk stok beras bencana, Ade Manafe menyatakan juga sangat tersedia. "Untuk beras bencana tersedia 100 ton dan siap dimanfaatkan," katanya.
Saat ini lanjut Ade warga masyarakat diminta terus waspada agar bisa terhindar dari dampak bencana yang sekatu-waktu bisa terjadi.
"Kita tidak bisa prediksi kondisi alam ke depan. Yang kita butuh kewaspadaan agar bisa terhindar dari dampak bencana itu," katanya.
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
