Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur Sesalkan Siswa Diliburkan Akibat Konflik Adonara

Jumat, 5 Oktober 2012 23:20 WIB
Image Print

Kupang (Antara NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya menyesali, anak sekolah diliburkan karena memanasnya situasi di Adonara, Kabupaten Flores Timur, akibat konflik antarwarga dua desa memperebutkan lahan yang masih terus berlanjut.

"Saya menyesal, anak-anak sekolah diliburkan. Mereka tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar karena memanasnya perang tanding di Adonara," kata Lebu Raya dalam pertemuan dengan masyarakat Adonara yang ada di Kupang, Jumat malam.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 200 orang itu, hadir pula puluhan mahasiswa yang tergabung dalam perhimpunan mahasiswa asal Adonara.

Gubernur berharap, perang tanding di Adonara segera berakhir agar anak-anak bisa segera kembali ke sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.

Sejak meletus perang tanding di Adonara, enam sekolah di Kecamatan Adonara, terpaksa diliburkan karena lokasi sekolah berada di kawasan sekitar lokasi yang disengketakan.

Keenam sekolah yang diliburkan, masing-masing empat sekolah dasa, satu taman kanak-kanak dan satu SMU yang umumnya berada di area sengketa warga Desa Lewobunga dan Desa Lewonara, kata Penilik Sekolah untuk wilayah Adonara Karel Kiwang.

"Sejak Senin (1/10), anak-anak sudah diliburkan. Pihak sekolah memutuskan meliburkan anak-anak karena warga sekitar mulai bersiap-siap dengan perlengkapan perang seperti parang, tombak, busur dan panah serta bom rakitan," katanya.

Dia belum bisa memastikan, sampai kapan anak-anak harus diliburkan karena situasi di kawasan itu masih terus memanas.

Area tersebut menurut dia, untuk sementara ditutup untuk umum dan sejauh ini aparat keamanan belum menguasai keadaan seluruhnya.

Gubernur Frans Lebu Raya juga meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat berperan membantu meredam konflik antarwarga dua desa di Kecamatan Adonara, dalam memperebutkan tanah ulayat.

"Saya terus melakukan komunikasi melalui telepon dengan berbagai tokoh agama dan juga tokoh masyarakat. Saya minta bantuan untuk menjaga suasana agar tercipta situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Gubernur Lebu Raya.

Ia berharap peran tokoh agama, masyarakat dan aparat keamanan yang dikirim ke daerah itu bisa mengakhiri perseteruan warga dua desa tersebut.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026