Logo Header Antaranews Kupang

Stok Beras Aman Hingga Mei 2017

Selasa, 24 Januari 2017 10:12 WIB
Image Print
Bulog NTT memiliki 31.197 ton beras yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat daerah ini hingga empat bulan ke depan.
Bulog NTT memiliki stok beras sebanyak 31.197 ton yang disebar di seluruh gudang milik Bulog di seluruh wilayah NTT.

Kupang (Antara NTT) - Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) menjamin ketersediaan (stok) beras di wilayah berbasis kepulauan itu aman hingga Mei 2017 atau untuk empat bulan ke depan.

"Kita punya stok masih sangat cukup karena itu masyarakat jangan khawatir apalagi di tengah perubahan cuaca yang bisa memantik gagal panen dalam musim tanam tahun ini," kata Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre NTT Minggus Foes di Kupang, Selasa.

Dia menyebut, saat ini Bulog NTT memiliki stok sebanyak 31.197 ton yang disebar di seluruh gudang milik Bulog di seluruh wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memudahkan suplai beras di saat kebutuhan daerah mulai meningkat.

Namun demikian, dari penghitungan antara ketersediaan dan kebutuhan beras di masyarakat, Bulog NTT pastikan stok yang ada sangat mampu melayani seluruh kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks itu yaitu menjaga stok tetap aman dan berkelanjutan, maka Bulog NTT juga akan terus menambah pasokan beras dari sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara barat (NTB) yang sesuai rencana akan tiba di Kupang pada akhir Januari 2017 ini.

Pasokan tambahan dari dua provinsi sentra beras nasional itu akan berjumlah 9.500 ton. "Ini akan terus dipasok untuk kepentingan ketersediaannya di penyimpanan," katanya.

Dengan tambahan pasokan itu, maka secara keseluruhan akan berjumlah 40.697 ton yang tentunya akan menambah waktu pemenuhan beras masyarakat ke depan.

Selain dari dua provinsi itu, sangat memungkinkan Bulog NTT akan juga memasok stok dari beras masyarakat. "Kami sudah memiliki pemasok dari kalangan petani NTT di sejumlah lokasi sentra padi. Bukan tidak mungkin akan juga akan dibeli dari beras petani untuk penambahan stok yang ada," katanya.

Terkait gangguan cuaca terhadap jadwal pasokan beras dari Jawa Timur dan NTB, Minggus mengatakan tidak menjadi masalah.

Bulog NTT menurut Minggus sudah sangat berpengalaman melakukan supali beras cadangan untuk menambah kekuatan stok di daerah di musim hujan dengan cuaca yang ekstrim sekalipun.

Karena itu, terkait persoalan cuaca yang tentunya akan sangat mengganggu pelayaran, menurut Minggus tidak ada persoalan. "Sudah saban tahun kita lakukan hal ini dan di tengah musim yang juga ekstrim tetapi semuanya bisa berjalan lancar. Bulog NTT punya trik khusus untuk itu," katanya.

Dia berharap kondisi cuaca dengan perubahan hujan berintensitas tinggi disertai angin ini tidak mengganggu tananaman pertanian para petani di daerah ini. Hal itu agar tidak menyebabkan gagal panen dan bisa mengganggu kondisi stok pangan petani.

"Kalau gagal panen kan kasihan para petani akan kehilangan pendapatan. Kita berharap cuaca yang saat ini terjadi tidak berpengaruh secara signifikan untuk pertanian yang ada di provinsi selaksa nusa itu terutama di sejumlah sntra penghasil beras," kata Minggus Foes.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026