Logo Header Antaranews Kupang

Cuaca Buruk Akibat Siklon Tropis 025

Jumat, 27 Januari 2017 14:16 WIB
Image Print
Cuaca buruk masih terus melanda wilayah Nusa Tenggara Timur akibat adanya bibit siklon tropis 025.
Arah dan kecepatan gerak siklon dari barat barat daya, kecepatan 14 knots (26 km/jam) dengan tekanan terendah 995 mb dan kekuatan 55 km/jam (30 knot).

Kupang (Antara NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang melaporkan kondisi cuaca buruk yang saat ini melanda wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai akibat dari adanya bibit siklon tropis 025.

Berdasarkan hasil analisa hari ini pukul 07.00 WIB posisi siklon tropis 025 berada di wilayah perairan sebelah utara Australia Barat, sekitar 18,2LS, 119,7BT atau sekitar 950 km sebelah selatan Waingapu, kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Sti Nenotek kepada Antara di Kupang, Jumat.

Arah dan kecepatan gerak siklon dari barat barat daya, kecepatan 14 knots (26 km/jam) dengan tekanan terendah 995 mb dan kekuatan 55 km/jam (30 knot).

Berdasarkan prakiraan 24 jam atau pada 28 Januari 2017 pukul 07.00 WIB, posisi siklon akan berada di wilayah perairan sebelah utara Australia Barat.

Pada 20,0 Lintang Selatan, 114,8 Bujur Timur, sekitar 1290 km sebelah selatan barat daya Waingapu.

Arah dan kecepatan gerak, barat-barat daya dengan kecepatan 12 knots (23 km/jam). Tekanan terendah 988 mb dan kekuatan 95 km/jam (50 knot).

Dampak di wilayah Indonesia adalah bibit Siklon Tropis 02S memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan sedang hingga deras di Sulawesi Tenggara, hujan deras di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara dampak di wilayah perairan adalah gelombang 2-2,5 meter terdapat di perairan sebelah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Laut Sawu, perairan sebelah selatan Laut Sawu, Laut Timor, Samudra Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, gelombang 2,5-3 meter juga terdapat di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur, katanya menjelaskan.

Mengenai cuaca saat ini, dia menambahkan, khusus untuk wilayah Kupang, hujan di perkirakan akan berlangsung sepanjang hari ini.

"Untuk cuaca Kupang hari ini, diprakirakan hujan akan berlangsung sepanjang hari dengan intensitas ringan hingga deras, sesekali disertai angin kencang. Hujannya pun bersifat sporadis, tidak merata di semua wilayah, katanya menjelaskan.

Tidak mengganggu penerbangan
Sti Nenot`ek menambahkan hujan yang terus mengguyur wilayah Kupang saat ini belum mengganggu aktivitas penerbangan dan dari ke Bandara El Tari Kupang.

"Hujan dan angin terus terjadi, tetapi belum mengganggu penerbangan. Untuk penerbangan di Bandara El Tari Kupang, sejauh ini terlihat masih ada aktifitas `take off` dan landing pesawat," katanya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan di wilayah Kupang akan berlangsung sepanjang hari ini, mulai dari pagi hingga malam. Cuaca buruk ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

"Untuk cuaca Kupang hari ini, diprakirakan hujan akan berlangsung sepanjang hari dengan intensitas ringan hingga deras, sesekali disertai angin kencang," katanya.

Namun menurut Nenot`ek hujannya bersifat sporadis, tidak merata di semua wilayah Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang.

Menurut dia, jika kondisi cuaca memburuk yang artinya mempengaruhi penerbangan, maka sebelumnya pasti akan segera disampaikan pada pihak Pemandu Lalu Lintas Udara atau Air Traffic Controller (ATC).

Artinya, untuk saat ini cuaca di sekitar bandara masih cukup aman untuk kegiatan take off dan landing, katanya menambahkan.

"Kami terus berkoordinasi dengan ATC untuk memberikan informasi mengenai perkembangan cuaca, untuk kepentingan pengaturan lalulintas penerbangan," katanya.

Dia menambahkan, cuaca buruk yang saat terjadi saat ini sebagai dampak dari adanya bibit siklon tropis 025.

Berdasarkan hasil analisa, pada 27 Januari 2017 pukul 07.00 WIB, posisi siklon tropis 025 berada di wilayah perairan sebelah utara Australia Barat, sekitar 18,2LS, 119,7BT atau sekitar 950 km sebelah selatan Waingapu.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026