Logo Header Antaranews Kupang

Menko IPK dorong perluasan ruang tunggu terminal Bandara Komodo

Sabtu, 15 November 2025 11:57 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) didampingi Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo Ceppy Triono (kanan) saat meninjau Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (14/11/2025). (ANTARA/Gecio Viana)

Labuan Bajo (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ( Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong perluasan area ruang tunggu terminal Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, guna meningkatkan kenyamanan bagi para penumpang.

"Tadi saya dilaporkan juga seating atau kapasitas untuk ruang tunggu juga baik, tetapi, memang karena terbatasnya ruang, terbatasnya ukuran atau dimensi yang ada kita harus tambah lagi, supaya tidak apa tidak terasa sesak begitu," katanya di Labuan Bajo, Jumat.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam kunjungan kerja (kunker) ke Labuan Bajo bersama rombongan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Ia juga menjelaskan telah menerima laporan bahwa Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo maupun pemerintah daerah telah menyampaikan usulan perluasan area ruang tunggu terminal bandara ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Jadi semoga gayung bersambut, artinya kita memantau memang ada kebutuhan kita untuk menggenjot sektor pariwisata," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan pengembangan sektor pariwisata dinilai sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur seperti kemampuan bandara, terminal dan infrastruktur jalan yang diharapkan dapat mempercepat perjalanan orang ke Labuan Bajo.

"Jadi artinya kami juga ingin memberikan dukungan di situ," tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bandara Internasional Komodo karena memiliki banyak gerai untuk menjual dan mempromosikan berbagai produk ekonomi kreatif, tenun dan komoditi kopi dari NTT.

"Saya senang juga banyak sekali gerai-gerai UMKM yang menampilkan banyak sekali produk khas NTT, bukan hanya Labuan Bajo, bukan hanya Manggarai tapi dari berbagai daerah, baik yang sifatnya busana yang bisa dipakai, kain-kain tenun termasuk juga kuliner kopinya dan lain-lain," katanya.

Secara terpisah, Kepala UPBU Komodo Ceppy Triono menyatakan kapasitas terminal Bandara Internasional Komodo saat ini sesuai masterplan untuk 1.100.000 penumpang per tahun, dan hingga dengan akhir Oktober 2025 penumpang yang datang dan berangkat sudah lebih dari 950.000 penumpang.

"Dimungkinkan akan lebih dari satu juta penumpang di akhir tahun nanti," ungkapnya.

Untuk optimalisasi terminal penumpang bandara, lanjut dia, saat ini telah dilakukan pengaturan slot time penerbangan dan perpanjangan operasi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada saat saat tertentu.

"Untuk kedepannya tentunya diperlukan pengembangan terminal bandara internasional secara mandiri, karena yang sekarang dilakukan adalah dengan metode swing gate system dimana dilakukan penyekatan dan pengaturan flow penumpang domestik dan internasional," katanya.

Bandara Internasional Komodo mencatat sejak Januari-September 2025 , jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Komodo mencapai 801.810 penumpang.

Dari total jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Komodo itu, jumlah penumpang datang atau tiba sebanyak 391.244 orang dan penumpang berangkat sebanyak 410.566 orang.

Sedangkan sepanjang tahun 2024 kami mencatat jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Komodo mencapai 970.472 penumpang.

Sementara itu, pada periode Januari-September 2025, jumlah penumpang Internasional yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Komodo mencapai 46.382 penumpang.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026