Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan berdasarkan data visual, kegempaan, dan deformasi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menunjukkan tingkat aktivitas yang tergolong tinggi.
"Berdasarkan analisis visual dan instrumental tersebut, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki- laki masih ditetapkan pada Level IV (AWAS)," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Senin.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam laporan khusus perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Level IV (Awas) tanggal 30 November 2025.
Ia menambahkan dalam pemantauan secara visual menunjukkan gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak.
"Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan barat daya. Suhu udara sekitar 22.3-31.5 derajat Celcius," katanya.
Sementara itu, data kegempaan dari tanggal 29-30 November 2025 hingga pukul 12.00 WITA, terdapat satu kali gempa hembusan, 37 kali gempa tremor non-harmonik, 11 kali gempa low frequency, sembilan kali gempa vulkanik dalam, lima kali tektonik lokal, dan tujuh kali gempa tektonik jauh.
Lebih lanjut, pengamatan visual hingga tanggal 30 November 2025 menunjukkan erupsi masih belum terjadi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.
"Meskipun demikian hembusan asap tebal masih teramati berasal dari kawah dan rekahan arah barat laut," ungkapnya.
Aktivitas kegempaan, lanjut dia, masih terekam gempa vulkanik dalam, gempa low frequency, dan gempa tremor non-harmonik. Hal ini mengindikasikan bahwa proses degassing yang terus berlangsung di permukaan, disertai pula suplai magma dari dalam dan pergerakan fluida atau magma.
Baca juga: Badan Geologi: Status Gunung Lewotobi Laki-laki turun dari level Awas ke Siaga
Baca juga: PVMBG mencatat Gunung Lewotobi Laki-laki satu kali erupsi pada Selasa
Pengukuran deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan pada sumbu X (tangensial). Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan fluktuasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir, dengan demikian potensi terjadinya erupsi masih ada.
Badan Geologi meminta masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta 7 km sektoral pada arah barat laut-timur laut, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
"Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.
Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
Bagi warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.
"Abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur perlintasan pesawat," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi: Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih Level IV

