
Gubernur ingin ekonomi NTT lebih produktif di 2026

Kupang, NTT (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menginginkan penguatan perekonomian daerah yang lebih produktif dan inklusif pada 2026 melalui sinergi lintas sektor, penguatan data, serta peningkatan peran wirausaha muda dan perempuan.
"Setelah melalui tahun 2025 yang tidak mudah dan memasuki 2026 dengan situasi global yang belum stabil, kita harus membangun optimisme bersama agar ekonomi NTT tumbuh lebih baik dan lebih inklusif," katanya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Perekonomian Daerah Provinsi NTT di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Kupang, NTT, Rabu.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Kepala BPS NTT, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, pimpinan OJK NTT, General Manager PT Pelindo Cabang Kupang, serta perwakilan Bea Cukai, Angkasa Pura, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dan sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov NTT.
Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan rapat koordinasi ini menjadi langkah awal menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fondasi ekonomi NTT di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Ia menekankan perlunya transformasi struktur ekonomi NTT dari daerah yang selama ini cenderung konsumtif menjadi lebih produktif, guna menekan defisit perdagangan dan memaksimalkan potensi daerah.
Menurutnya, penguatan kewirausahaan, khususnya dari kalangan anak muda dan perempuan, menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah NTT.
"NTT harus melahirkan lebih banyak entrepreneur baru, terutama dari anak muda dan perempuan, agar ekonomi daerah bergerak lebih produktif dan inklusif," katanya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dan sinkronisasi data antarinstansi.
Perbedaan data yang masih terjadi, kata dia, harus segera dibenahi karena data menjadi dasar utama perumusan kebijakan ekonomi yang tepat dan strategis.
Ia meminta agar segera dibentuk tim kecil untuk menindaklanjuti hasil rapat serta menggelar pertemuan rutin guna memantau perkembangan perekonomian daerah dan pengendalian inflasi.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
