
Manggarai Timur Butuh Listrik

"Bantuan pengadaan listrik bagi warga dua desa itu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) 2016," kata Eduardus Bria Seran.
Kupang (Antara NTT) - Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan bantuan listrik melalui pembangkit listrik tenaga air untuk warga dua desa di Kabupaten Manggarai Timur yang dihuni sekitar 700 rumah tangga.
"Bantuan pengadaan listrik bagi warga dua desa itu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) 2016," kata Plt. Direktur Utama Bank NTT Eduardus Bria Seran kepada Antara di Kupang, Jumat.
Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan pemanfaatan dana CSR Bank NTT dalam membantu masyarakat yang ada di perdesaan.
"Saya tidak ingat persis alokasi CSR 2016, tetapi alokasi untuk membantu listrik di Manggarai Timur merupakan terbesar, sekitar Rp1,8 miliar," katanya.
Selain itu, bank milik pemerintah daerah NTT juga memberikan bantuan air bersih berupa pengadaan sumur bor dan pembangkit listrik tenaga surya untuk warga desa di Kabupaten Sumba Timur.
Bantuan pengadaan air baku tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan United Nations Development Programs (UNDP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, katanya.
"Saya lupa nama desa-desa di Sumba Timur, tetapi saat ini warga desa sudah bisa menikmati air bersih karena sumber air sudah lebih dekat ke permukiman warga," katanya.
Menurut dia, sebelumnya warga desa harus berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air minum. Akan tetapi, saat ini mereka cukup berjalan sepanjang sekitar 300 meter sudah bisa memperoleh air.
"Kami senang dan bangga karena bisa membantu warga desa yang masih kesulitan memperoleh penerangan maupun air bersih," katanya.
Ke depan, kata dia, dana CSR akan diupayakan untuk juga membantu warga desa lain yang juga mengalami kesulitan serupa.
Alokasi dana CSR merupakan bentuk perhatian dan sumbangsih perusahaan terhadap perkembangan lingkungan dan masyarakat NTT.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
