Logo Header Antaranews Kupang

Akademisi Undana: Ramadhan peluang mendorong pertumbuhan ekonomi

Kamis, 26 Februari 2026 23:19 WIB
Image Print
Ilustrasi - Aktivitas masyarakat berbelanja di Bazar Ramadhan Masjid Nurul Hidayah di Kawasan Wisata Pantai Kelapa Lima Kota Kupang, Kamis (26/2/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Dr. Roland E. Fanggidae menilai momentum Ramadhan menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor UMKM.

“Momentum Ramadhan menjadi kesempatan strategis untuk mendorong produk lokal sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana itu di Kupang, Kamis.

Hal itu disampaikan terkait pertumbuhan ekonomi selama momentum Ramadhan 1447 H khususnya di Kota Kupang

Ia menjelaskan momentum Ramadhan di Kota Kupang memiliki karakter berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Meski mayoritas penduduknya non-Muslim, aktivitas ekonomi justru meningkat selama bulan Ramadhan.

Menurut dia, peningkatan penjualan tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan di NTT telah melampaui batas agama dan budaya.

“Masyarakat membeli takjil maupun hampers bukan semata karena faktor keagamaan, melainkan sebagai bagian dari suasana toleransi yang hidup di tengah masyarakat. Dampaknya, Ramadhan tidak hanya dinikmati umat Muslim, tetapi juga seluruh masyarakat di Kota Kupang,” jelasnya.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang bersama sejumlah pihak yang juga memanfaatkan momentum ini melalui penyediaan berbagai lokasi penjualan bagi UMKM, termasuk kegiatan bazar Ramadhan di beberapa titik kota serta dukungan dari mitra perbankan seperti Bank NTT.

Salah satu baru yang baru muncul adalah Bazar Ramadhan Masjid Nurul Hidayah di Kawasan Wisata Pantai Kelapa Lima Kota Kupang, yang melibatkan lebih dari 20-an pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Roland menekankan dari sisi pelaku UMKM, momentum tersebut diharapkan tidak sekadar dimanfaatkan sebagai peluang sesaat.

“Ramadhan yang berlangsung satu bulan perlu dijadikan sarana memperkenalkan produk dan membangun identitas usaha, mengingat sebagian besar UMKM di Kupang masih berada pada tahap rintisan dan mencari posisi pasar,” katanya.

Ia mengatakan dengan memanfaatkan tingginya permintaan selama Ramadhan, pelaku usaha dapat memperkenalkan kualitas produk dan memperkuat merek mereka.

“Ketika konsumen sudah mengenal produk tersebut, peluang pembelian kembali pada bulan-bulan berikutnya semakin besar sehingga bisa berkelanjutan,” katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026