Logo Header Antaranews Kupang

Amfoang Utara Terisolasi Total

Minggu, 5 Februari 2017 19:17 WIB
Image Print
Jalanan menuju Amfoang Utara dari Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur harus melalui medan yang terjal serta harus keluar masuk anak sungai dan naik turun gunung yang sangat melelahkan.
"Akses transportasi darat ke Amfoang Utara putus total. Semua kendaran umum berhenti beroperasi karena kondisi jalan berlumpur serta meluapnya banjir pada puluhan sungai yang ada," kata Ayub Titu Eki.

Kupang (Antara NTT) - Wilayah Amfoang Utara di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse terisolasi total akibat luapan banjir serta cuaca buruk di sekitar pegunungan Timau dan Amfoang.

"Akses transportasi darat ke Amfoang Utara putus total. Semua kendaran umum berhenti beroperasi karena kondisi jalan berlumpur serta meluapnya banjir pada puluhan sungai yang ada," kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki kepada pers di Kupang, Minggu.

Bupati Ayub mengatakan kondisi jalan ke wilayah itu sangat memrihatinkan karena harus melintasi hutan serta naik turun gunung dan keluar masuk puluhan anak sungai yang rawan banjir dan longsor.

Akses transportasi darat dari Oelamasi, pusat pemerintahan Kabupaten Kupang ke wilayah Amfoang Utara menjadi putus total sehingga wilayah Amfoang menjadi terisolasi total.

Saat musim hujan seperti ini, kata Bupati Ayub, wilayah Amfoang Utara menjadi terisolir menyebabkan harga kebutuhan pokok di daerah itu melambung.

Ia menambahkan transportasi laut seharusnya menjadi jalur alternatif menuju Amfoang ketika musim hujan, justru masih sulit dilalui akibat gelombang pasang serta cuaca buruk yang masih menimpa wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.

Gelombang laut di sekitar perairan Naikliu dan Sulamu sampai ke perairan Kota Kupang masih berada pada kisaran 4-5 meter sehingga memutus mata rantai lalu lintas laut yang hendak berlayar menuju Amfoang.

"Belum ada kapal laut secara rutin melayani Kupang-Amfoang Utara. Masyarakat di wilayah itu selalu memanfaatkan kapal motor milik nelayan untuk mengangkut hasil bumi ke Kupang. Namun dalam kondisi cuaca buruk seperti ini semua kapal nelayan berhenti melaut," katanya.

Ia mengatakan, kondisi seperti ini sudah puluhan tahun dialami warga Amfoang Utara yang belum bisa diatasi pemerintah Kabupaten Kupang karena membutuhkan anggaran yang besar.

Bupati Ayub berharap persoalan transportasi di daerah ini dapat diatasi pemerintah pusat, karena anggaran yang dimiliki pemerintah Kabupaten Kupang maupun Provinsi NTT untuk membangun jalan raya serta ratusan jembatan ke daerah itu sangat terbatas.

"Biaya untuk membangun jalan dan jembatan menuju Naikliu sebagai wilayah perbatasan dengan Timor Leste itu bisa mencapai triliunan rupiah," demikian Bupati Ayub Titu Eki.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026