
Pemkot Kupang mendorong Festival Paskah Pemuda GMIT jadi wisata rohani

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong Festival Paskah Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) 2026 menjadi agenda wisata rohani yang dapat menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
“Prinsipnya Pemerintah Kota Kupang siap mendukung penuh kegiatan ini. Kalau kita kelola dengan baik, saya berharap ke depan Festival Paskah ini bisa menjadi wisata religi yang orang tunggu setiap tahun,” kata Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Kamis.
Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Panitia Festival Paskah Pemuda GMIT Tahun 2026.
Ia menegaskan pemerintah kota siap berkolaborasi agar rangkaian kegiatan Paskah 2026 tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga berkembang sebagai agenda wisata rohani yang membanggakan Kota Kupang.
Menurut dia, kegiatan besar seperti festival tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.
Pihaknya mencatat pada tahun sebelumnya, perputaran ekonomi selama rangkaian Paskah di Kota Kupang mencapai lebih dari Rp 6 miliar.
“Kalau kita bisa menahan orang tinggal lebih lama di Kota Kupang, maka ekonomi masyarakat ikut bergerak. Kota kita ini kota jasa dan perdagangan, jadi kegiatan seperti ini sangat penting,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Kupang siap membantu penyediaan fasilitas, mulai dari tenda dan kursi, dukungan transportasi, hingga pengelolaan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Ketua Pemuda Sinode GMIT, Erenst Blegur, menjelaskan Festival Paskah 2026 akan berlangsung dari 28 Maret hingga 10 April 2026 dengan beberapa kegiatan utama.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Prosesi Damai, Paskah Galilea, Prosesi Paskah (Pawai Paskah) serta Expo Pemuda dan UMKM yang akan melibatkan sekitar 200 pelaku usaha.
Salah satu agenda unik adalah Paskah Galilea, di mana umat akan melakukan prosesi dari laut menggunakan perahu menuju Kupang, mengingatkan kembali kisah pelayanan Yesus di Galilea.
Selain itu, panitia juga merencanakan kegiatan makan Paskah bersama masyarakat dengan simbol roti dan ikan sebagai lambang kebersamaan dan persaudaraan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan gerejawi, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat Kota Kupang,” jelasnya
Panitia berharap festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas Kota Kupang sebagai “Kota Kasih” sekaligus destinasi wisata rohani di NTT.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
