
PLN NTT siagakan 1.038 personel selama Nyepi dan Idul Fitri

Kupang (ANTARA) - PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur menyiagakan sebanyak 1.038 personel untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Nyepi 1948 Saka dan Idul Fitri 1447 Hijriah di daerah itu.
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono di Kupang, Kamis, mengatakan seluruh personel tersebut telah disiagakan selama periode 12–31 Maret 2026 guna mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan di wilayah NTT.
“PLN memastikan seluruh sistem dalam kondisi andal, dengan dukungan personel dan peralatan yang siaga penuh agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa gangguan listrik,” katanya.
Selain personel, PLN juga menyiapkan berbagai sarana pendukung operasional, antara lain 203 unit kendaraan operasional serta 90 unit genset.
PLN juga menyiagakan 36 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 16 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), sembilan unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta empat unit crane.
"Untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, kami juga mendirikan 27 posko siaga yang tersebar di seluruh wilayah kerja," ujar dia.
Eko mengatakan pihaknya memastikan seluruh personel bersiaga selama 24 jam, termasuk penguatan di 2 pusat pengatur beban (RCC Timor dan RCC Flores) guna memastikan sistem tetap stabil dan responsif terhadap potensi gangguan.
PLN juga memprioritaskan pengamanan pada 53 lokasi strategis, yang meliputi tempat ibadah, titik transportasi, pusat keramaian, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit.
Lokasi-lokasi ini dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis, termasuk suplai utama dari UPS dan cadangan genset untuk memastikan kontinuitas listrik tanpa jeda.
Dia pun menegaskan kesiapan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“PLN memastikan seluruh sistem dalam kondisi andal, dengan cadangan daya yang cukup serta dukungan personil dan peralatan yang siaga penuh. Kami berkomitmen agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perayaan Nyepi dan Idul Fitri dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan,” ujar Eko.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keandalan pasokan listrik di lokasi-lokasi prioritas seperti tempat ibadah, fasilitas transportasi, pusat keramaian, dan rumah sakit selama periode perayaan keagamaan.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
