Logo Header Antaranews Kupang

Tujuh orang masih terjepit dalam gerbong, tiga orang meninggal dunia

Selasa, 28 April 2026 09:46 WIB
Image Print
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mendampingi Wakil Ketua DPRI RI Sufmi Dasco meninjau lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Bekasi (ANTARA) - Sebanyak tujuh orang masih terjepit di dalam gerbong CommuterLine usai tertabrak Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) pukul 20.53 WIB dan data sementara tiga korban dinyatakan meninggal dunia.

"Tadi kita lihat ada 6-7 orang (terjepit dalam gerbong). Mudah-mudahan segera bisa kita evakuasi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri di lokasi, Senin.

Dia menyatakan akibat peristiwa tersebut, sebanyak tiga orang terkonfirmasi meninggal dunia. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan 29 orang penumpang lain harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kapolda menyebut tujuh orang masih terjebak di gerbong paling belakang CommuterLine akibat ditabrak Argo Bromo Anggrek. Saat ini pihaknya masih melakukan pemotongan gerbong agar dapat mengevakuasi korban yang terjepit.

"Kesulitannya memang saat ini sedang ada pemotongan (gerbong) oleh Basarnas pada korban-korban yang terjepit. Dan mudah-mudahan bisa segera dievakuasi," kata dia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tujuh orang masih terjepit dalam gerbong, tiga korban meninggal dunia



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026