
Pilkada Rawan Konflik

"Kita tidak ingin menganggap remeh tiga daerah yang akan melaksanakan Pilkada. Semuanya mempunyai potensi konflik," kata AKBP Jules Abraham Abast.
Kupang (Antara NTT) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menyatakan tiga kabupaten/kota di NTT yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada 15 Februari mendatang, merupakan daerah yang rawan terjadinya konflik.
"Kita tidak ingin menganggap remeh tiga daerah yang akan melaksanakan Pilkada. Semuanya mempunyai potensi konflik," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast di Kupang, Kamis.
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kesiapan dari personel Polda NTT dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata serta Kota Kupang.
Pihaknya sendiri tidak ingin menganggap remeh keamanan di wilayah NTT jelang dan saat pelaksanaan Pilkada. Oleh karena itu, penyisiran di tiga daerah yang menyelenggarakan Pemilu tersebut telah dilakukan dari jauh-jauh hari.
"Polda dan seluruh jajaran kepolisian sendiri akan melakukan pengamanan secara baik agar nantinya pelaksanaan Pilkada di NTT berjalan dengan baik," tuturnya.
Ia mengatakan jumlah personel yang disiapkan oleh Polda sendiri berjumlah 1.000 personel, belum lagi ditambah BKO dari sejumlah Polres yang berdekatan dengan daerah yang akan melaksanakan Pilkada yang jumlahnya mencapai 500 personel.
Kapolda NTT Brigjen Pol Agung Sabar S sendiri lanjutnya sudah berkeliling ke tiga daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak tersebut.
Dari hasil pantauan yang dilakukan oleh Kapolda NTT, diketahui hingga saat ini kondisi keamanan jelang Pilkada masih dalam keadaan yang kondusif.
Untuk tetap menjaga keamanan di wilayah NTT, pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Manggarai Barat ini mengimbau kepada semua masyarakat di NTT untuk tetap menjaga keadaan yang kondusif itu.
"Mari kita menjaga agar kondisi aman ini tetap berjalan seperti biasanya. Oleh karena dilarang melakukan kampanye hitam, tidak menjelek-jelekan pasangan lain baik di media sosial atau melakukan kampanye saat masa-masa tenang," tambahnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
