
Gubernur: Siap Bantu Korban Tawuran Adonara

Kupang (Antara NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan, pemerintah setempat siap memberikan bantuan bagi para korban yang mengalami kerugian akibat tawuran massal antarwarga dua desa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
Bantuan itu akan dipikirkan setelah tercipta suasana damai dan aman di pulau itu, agar seluruh aktivitas perekonomian maupun pendidikan yang sempat terganggu kembali berjalan secara normal, kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya, di Kupang, Selasa terkait rekonstruksi pascaperang di Adonara.
"Kita masih berkonsentrasi menghentikan perang tanding. Bantuan sosial maupun proses rekonstruksi dipikirkan setelah kondisi pulih," katanya.
Gubernur mengatakan, sejak Senin (8/10) pagi hingga petang melakukan pertemuan secara terpisah dengan dua kelompok yang bertikai dan melahirkan kesepakatan untuk meletakkan senjata dan bersedia menyelesaikan masalah secara damai di meja perundingan.
"Ada satu langkah positif yang sudah dicapai dalam pertemuan di Adonara pada Senin (8/10) yakni dua kelompok yang bertikai menerima tawaran saya untuk meletakkan senjata dan siap melakukan dialog damai di meja perundingan. Ini hal yang paling penting sebelum melangkah lebih jauh dalam menyelesaikan masalah ini," katanya.
Gubernur akan segera membentuk tim independen yang melibatkan akademisi dan praktisi serta tokoh-tokoh masyarakat, untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai permasalahan tanah ulayat yang sedang disengketakan.
Tim ini akan bertemu dengan semua pihak, termasuk tokoh-tokoh adat dari dua desa yang sedang bertikai untuk mencari kebenaran sejarah mengenai lokasi tersebut.
Hasil kerja tim nantinya akan disodorkan kepada kedua pihak yang bertikai untuk dipelajari sebelum dibawa ke meja perundingan untuk ditetapkan menjadi sebuah kesepakatan bersama yang mengikat kedua belah pihak.
"Proses ini memang membutuhkan waktu tetapi hal yang paling penting dan mendasar adalah hari ini sudah ada kesepakatan bersama untuk meletakkan senjata, sehingga segala aktivitas bisa berjalan kembali dan tim bisa mulai bekerja dalam suasana tenang," katanya.
Sejak meletusnya perang tanding pada 2 Oktober dini hari, sudah banyak rumah penduduk serta pondokan milik warga Desa Lewobunga dibakar massa dari Desa Lewonara.
Gubernur menambahkan, proses rekonstruksi tentu harus dilakukan melalui suatu kajian, termasuk melakukan penghitungan tentang kerugian yang dialami warga kedua desa.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur Pieter Manuk yang dihubungi terpisah mengatakan, telah menyiapkan empat ton beras untuk membantu warga dua desa yang bertikai. tetapi belum bisa diserahkan karena suasana belum memungkinkan.
"Bantuan beras sudah kita siapkan tetapi belum bisa diserahkan karena suasana belum memungkinkan. Kami juga tidak ingin terburu-buru karena sebelumnya warga sempat menolak bantuan dari luar," katanya.
Dia mengatakan, bantuan ini diberikan merupakan bantuan sosial yang semata-mata diberikan karena selama lebih dari sepekan masyarakat tidak bisa leluasa melakukan aktivitas perekonomian.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
