Logo Header Antaranews Kupang

PLN memperluas pengolahan sampah dengan Chicken Composting

Jumat, 11 September 2026 17:30 WIB
Image Print
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PLN UP2B NTT dan Bank Sampah Mutiara Timor untuk mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan penerapan ekonomi sirkular di lingkungan PLN. ANTARA/HO-PLN NTT

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperluas pengelolaan sampah di lingkungan kerjanya melalui kerja sama dengan Bank Sampah Mutiara Timor, termasuk mengolah sampah organik menggunakan metode chicken composting.

Direktur Utama Bank Sampah Mutiara Timor Meilsi Anita Mansula, di Kupang, Jumat, mengatakan pengembangan chicken composting diharapkan tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Awalnya kami berfokus pada sampah anorganik. Namun melalui kerja sama resmi dengan PLN UP2B NTT, kami kini mengembangkan pengelolaan sampah organik dengan metode chicken composting. Harapannya, program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menjadi media edukasi bahwa sampah dapat dikelola untuk mendukung ketahanan pangan lokal,” ujarnya.

Ia menjelaskan metode tersebut memanfaatkan aktivitas ayam untuk membantu proses penguraian sampah organik. Hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai kompos, sekaligus berpotensi mengurangi biaya pakan ternak.

Sebelumnya, pengelolaan sampah dalam kemitraan kedua pihak lebih berfokus pada sampah anorganik, seperti plastik dan kertas yang memiliki nilai daur ulang.

Manager PLN UP2B NTT Resa mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang dimulai dari penguatan pengelolaan sampah di lingkungan kerja.

“Kerja sama ini kami pertegas untuk memperkuat pengolahan sampah di lingkungan kantor, baik organik maupun anorganik. Melalui chicken composting, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menciptakan nilai baru melalui konsep ekonomi sirkular yang memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya pula.

Menurut dia, penerapan ekonomi sirkular dilakukan dengan mengubah sampah yang sebelumnya menjadi limbah menjadi bahan yang kembali memiliki nilai guna.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT F Eko Sulistyono mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk melalui perubahan kebiasaan di lingkungan kerja.

“Pengelolaan sampah adalah bagian penting dari upaya menjaga bumi. Melalui kolaborasi ini, PLN tidak hanya hadir menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga aktif membangun ekosistem yang lebih hijau,” katanya.

Eko mengatakan program TJSL PLN diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut dia, upaya mengurangi timbulan sampah juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Net Zero Emission (NZE).

Program tersebut diharapkan dapat memperluas penerapan ekonomi sirkular di Kota Kupang dengan mengolah sampah anorganik maupun organik menjadi sumber daya yang memiliki manfaat lingkungan dan ekonomi.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026