Logo Header Antaranews Kupang

Infrastruktur Pasar Segera Dibenahi

Selasa, 28 Februari 2017 10:22 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang Jonas Salen (tengah) sedang melihat fasilitas pendukung pasar di Pasar Oebobo Kupang, Senin (27/2).
"Saya sudah perintahkan Kadis PU untuk menghitungnya dan melakukan pembenahan pasar di tahun 2017 ini," kata Jonas Salean.

Kupang (Antara NTT) - Wali Kota Kupang Jonas Salean memastikan infrastruktur pendukung seperti jalan dan drainase yang ada di sejumlah pasar tradisional di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu segera dibenahi.

"Saya sudah perintahkan Kadis PU untuk menghitungnya dan melakukan pembenahan pasar di tahun 2017 ini," kata Jonas Salean di Kupang, Selasa.

Dia mengatakan perbaikan infrastruktur seperti jalan dan drainase di sekitar pasar tradisional penting dilakukan untuk memastikan kenyamanan warga berbelanja ke lokasi tersebut.

"Apalagi jika musim hujan tiba jika jalan dan drainase yang kacau balau maka tentu akan menyebabkan genangan dan hal lainnya yang membuat kenyamanan pembeli terganggu. Karena itu saya sudah minta dinas teknis melakukan pembenahan segera," katanya.

Pasar tradisional, kata Jonas harus tetap dijaga keberadaannya sebagai salah satu tempat bertransaksi barang antara penjual dan pembeli. Oleh karenannya harus sedapat mungkin didisdain secara lebih nyaman dan aman agar bisa membuat para pembeli lebih betah berbelanja di pasar tersebut.

"Kalau penataannya buruk, sampah dimana-mana dan ada genangan dengan akses jalan yang buruk maka tentu akan membuat pembeli enggan berbelanja di tempat itu," katanya.

Dan jika kondisi itu terjadi, maka tentu akan memberikan dampak kerugian kepada pedagang karena akan sepi pembeli. "Kalau sepi pembeli dari mana para pedagang bisa mendapatkan masukan untuk penghidupannya," katanya.

Pemerintah Kota Kupang dari tahun ke tahun terus berupaya menata dan meningkatkan pembangunan fisik bagi kepentingan kenyamanan pedagng di setiap pasar tradisional yang ada.

"Untuk 2016 yang lalu ada sejumlah bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun dan menambah lapak dan kios bagi para pedagang di dua pasar tradisional masing-masing Oebobo dan Oeba," katanya.

Terhadap pasar tradisional lainnya, Jonas mengaku telah meminta Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang untuk segera melakukan pengajuan ke pemerintah pusat untuk bisa dianggarkan dalam 2017 ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang Yeri Padji Kana mengatakan, di tahun anggaran 2016 mendapat intervensi anggaran membangun tambahan lapak di pasar Oebobo dan Oeba.

Untuk Pasar Oebobo dibangun 63 unit kios dan 164 meja jualan di atas lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut, dengan anggaran Rp6,8 miliar yang bersumber dari bantuan dana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan dengan dana Tugas Pembantuan.

Sedangkan Pasar Oeba, dibangun sejumlah item pengerjaan antara lain, 12 kios, satu los untuk 52 unit meja (lapak) jualan, satu unit bak air serta dua tempat pembuangan sampah sementara dengan alokasi anggaran Rp945 juta. "Anggaran ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016 dan dibangun di atas lahan seluas 1.106 meter persegi dengan jangka waktu 110 hari," katanya.

Menurut Yeri berkaitan dengan penataan dan teknis pemanfaatan akan diatur oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang. "Kita akan berkoordinasi dengan PD Pasar untuk pelaksanaan teknis kepada para pedagang," katanya.

Dia mengaku telah mengingatkan para pedagang dan semua yang terkait di dalam pengelolaan pasar gtersebut, untuk bisa sama-sama menjaga aset tersebut agar tidak dirusak dan disalahgunakan.

Secara kelembagaan, kata dia, Pemerintah Kota Kupang akan menyediakan sejumlah dana untuk kepentingan pembenahan dan perbaikan pasar yang ada di Kota Kupang.

"Kita masih punya pasar di Naikoten, Kuanino, Penfui dan Oesapa serta pasar-pasar lainnya di daerah ini yang butuh sentuhan untuk dibenahi," katanya.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026