
Basarnas Selamatkan Dua Nelayan Yang Hilang

Dua nelayan yang dilaporkan hilang itu masing-masing Karim Laba (35) serta Alwan Masa (25) asal Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor.
Kupang (Antara NTT) - Badan SAR Nasional berhasil menyelamatkan dua nelayan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang dilaporkan hilang ketika mencari ikan di perairan Pulau Kelapa dan Pura, Kamis (2/3).
Kepala Kantor Basarnas Kupang Ketut Gede Ardana kepada Antara di Kupang, Jumat, mengatakan, dua nelayan yang dilaporkan hilang itu masing-masing Karim Laba (35) serta Alwan Masa (25) asal Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor.
Menurut Gede Ardana, kedua nelayan itu turun ke laut untuk mencari ikan menggunakan perahu body batang 2 GT di perairan antara pulau Kepa dan Pura.
"Sejak pergi melaut kedua nelayan ini tidak kembali hingga Jumat (3/3) pagi, sehingga pihak keluarga melapor ke Pos SAR di Alor untuk melakukan pencarian," kata Gede Ardana.
Tim SAR berangota tujuh orang langsung menuju ke lokasi kedua nelayan mencari ikan untuk melakukan operasi penyelamatan.
Ia mengatakan, operasi SAR dilakukan tujuh anggota SAR di Alor itu berhasil menemukan kedua nelayan dalam kondisi selamat tidak jauh dari lokasi kedua nelayan itu mencari ikan.
"Kedua nelayan ini ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya tidak bisa kembali ke darat karena perahu yang mereka ditumpangi mengalami kerusakan mesin," tegas Gede Ardana.
Ia mengatakan, dalam operasi SAR ini melibatkan anggota Polair Alor dibantu keluarga korban yang mengerahkan empat unit perahu untuk mencari kedua korban.
Menurut Gede Ardana, kedua nelayan yang dinyatakan hilang saat mencari ikan itu telah diserahkan kepada pihak kelua
"Korban menghilang sejak Kamis ketika pergi mencari ikan di perairan Kanatang dengan sebuah sampan," kata Ardana.
Peristiwa menghilangnya nelayan Andreas Bani (30) di perairan Kanatang sekitar 10 km dari kota Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur merupakan kasus pertama sejak cuaca ekstrim melanda daerah ini awal Januari 2017 lalu.
"Proses pencarian terhadap korban dilakukan pada hari pertama Kamis (2/3), namun tidak membuahkan hasil karena kondisi di lokasi pencarian sangat gelap menyebabkan jarang pandang tim SAR sangat terbatas," katanya.
Menurut dia, operasi penyelamatan dilakukan tim SAR dilakukan hari kedua terdiri dari anggota Pos Basarnas Waingapu, TNI AL, Kepolisian serta keluarga korban telah berhasil menemukan Andreas Bani (30), dalam kondisi terapung di perairan Kanatang, Jumat (3/3) pukul 17.30 Wita.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Jenasah korban sudah dievakuasi dan telah diserahkan Basarnas kepada pihak Kepolisian setempat,"tegasnya.
Ia mengatakan, korban meninggal diduga karena diterjang gelombang disertai angin kencang yang sedang melanda perairan Sumba.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
