Kampanye cinta lingkungan ala komunitas karang

id gerakann cinta lingkungan

Kampanye cinta lingkungan ala komunitas karang

Salah satu karya tentang penyelamatan lingkungan yang dipamerkan Komunitas Karang. (ANTARA/Sketsa)

Komunitas kelompok arsitektur ramah lingkungan (Karang), menggelar kampanye cinta lingkungan pada Expo Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.
Kupang (ANTARA) - Komunitas kelompok arsitektur ramah lingkungan (Karang), menggelar kampanye cinta lingkungan pada Expo Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.

"Komunitas yang berdiri pada 11 Januari 2018 ini, hadir memeriahkan Expo Unwira dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-37 Unwira," kata Bernansia Martha Palang, salah seorang mahasiswa Program Studi Arsitektur Unwira Kupang, di Kupang, Jumat (20/9).

Komunitas Karang merupakan kelompok pecinta lingkungan yang juga bergelut di dunia seni, khususnya seni arsitektur, dan aktif menggelar kampanye cinta lingkungan.

Dalam Expo Unwira itu, Komunitas Karang memamerkan beberapa karya seni visual berupa sketsa, dan poster dengan pesan-pesan ramah lingkungan.

Bernansia Martha Palang, mengaku sudah bergabung bersama komunitas ini sejak awal pendiriannya, dan sudah terlibat dalam berbagai aktivitas dan kampanye lingkungan, di antaranya melalui aksi penanaman pohon, gerakan membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi kebiasaan merokok.

"Kami di Komunitas Karang punya komitmen tersendiri. Seluruh anggota komunitas bebas asap rokok dan wajib meminimalisir penggunaan plastik," katanya.

Dia mengatakan, setiap tanggal 11 setiap bulan, komunitas mengadakan pertemuan khusus, saat pertemuan semua anggota wajib bawa botol minum sendiri.

"Kami hanya menyediakan air galon. Intinya bebas sampah plastik", ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini anggota Komunitas Karang juga selalu mengonsumsi panganan lokal, seperti ubi, pisang, dan jagung pada setiap kesempatan.

"Saat mau belanja, kami bawa 'tupperware' atau tas sendiri, supaya tidak menambah jumlah sampah plastik," katanya.

Setahun berdiri, komunitas yang di bawah asuhan Budhi B. Lily ini sudah memiliki sekira 100 anggota dari berbagai kalangan profesi, di antaranya mahasiswa, dosen, arsitek, guru, dan seniman.

Komunitas Karang pernah menerima penghargaan sebagai "Lapak Paling Kreatif" dalam Pasar Katemak II "Haunuk Nasufan" yang diadakan oleh "Beta Baper", bagian dari "Young Female Farmers Projects" dari Perkumpulan Pikul.

Terakhir, pada Minggu (15/9) lalu, Komunitas Karang bekerja sama dengan Komunitas Seniman Perupa Sekapur Sirih, Ikatan Arsitek Indonesia dan Program Studi Arsitektur Unwira juga menggelar sebuah kegiatan bertajuk "Katong Sketsa". 



 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar