
Pemkab Diminta Segera Masukkan CPCL

"CPCL ini penting karena setiap lokasi yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten harus dilakukan survei identifikasi desain (SID) untuk memastikan kelayakan lokasi," kata Umbu Wanda.
Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah kabupaten segera memasukkan calon petani calon lokasi (CPCL) di wilayah masing-masing untuk pembukaan sawah baru pada musim tanam 2018/2019.
"CPCL ini penting karena setiap lokasi yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten harus dilakukan survei identifikasi desain (SID) untuk memastikan kelayakan lokasi," kata Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT Umbu Wanda kepada Antara di Kupang, Sabtu.
Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan tindak lanjut kerja sama dengan Politeknik dan Politani Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dalam melakukan identifikasi lahan untuk pembukaan sawah baru pada Musim Tanam 2018/2019.
"Kami sedang mendesak daerah untuk segera mengirim CPCL ke provinsi untuk diserahkan ke Undana," katanya.
Menurut dia, tidak semua CPCL yang diusulkan memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai areal persawahan baru karena pembukaan areal persawahan baru harus memenuhi beberapa kriteria.
Kriteria yang paling utama adalah berkaitan dengan kelayakan tanah untuk persawahan, status kepemilikan tanah dan lokasi tersebut harus berada di sekitar sumber air.
"Jadi ada tiga poin penting yang disurvei dan didesain yaitu apakah tanahnya layak untuk jadi persawahan, kepemilikan lahan dan juga sumber air yang nantinya dapat digunakan untuk mengairi daerah persawahan itu," katanya.
Dia berharap paling lambat April 2017 semua daerah sudah menyerahkan CPCL agar SID bisa secepatnya dilakukan SID.
Umbu Wanda menambahkan hasil survei dan desain ini nantinya akan diserahkan kepada TNI untuk dilakukan persiapan lahan sebelum musim tanam.
Artinya, sebelum MT 2018 lahan baru itu sudah disiapkan oleh TNI untuk ditanami, katanya.
Mengenai target, dia mengatakan pemerintah pusat menargetkan menambah areal persawahan seluas 7.500 hektare pada musim tanam 2018/2019.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
