
NTT Maksimalkan Lahan Milik Daerah

Pemerintah akan berupaya memanfaatkan seluruh lahan milik daerah secara optimal, melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Kupang (Antara NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan pemerintah akan berupaya memanfaatkan seluruh lahan milik daerah secara optimal, melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
"Pemanfaatan lahan-lahan kosong ini akan memberi manfaat positif bagi daerah karena ada kontribusi untuk pendapatan asli daerah, selain membuka lapangan kerja bagi anak-anak di daerah," kata Gubernur Lebu Raya di Kupang, Rabu.
Ia mengemukakan hal itu pada "Soft Opening Subasuka Factory Outlet Today", di Kupang. Subasuka Factory Outlet Today ini dibangun diatas lahan milik Pemerintah NTT, dengan sistem Hak Guna Serah (HGS) selama 30 tahun.
"Saya sudah minta instansi terkait, supaya lahan-lahan milik pemerintah dimanfaatkan secara optimal. Jangan dibiarkan kosong, tetapi dikerjasamakan dengan pihak ketiga sehingga ada kontribusi untuk daerah," katanya.
Menurut dia, ada beberapa lahan milik daerah yang sudah dikerjasamakan dengan pihak ketika untuk membangun usaha.
Lokasi Rumah Sakit Siloam, Lippo Plaza dan gedung Sekolah Dian Harapan yang berlokasi di Kelurahan Fatululi Kota Kupang adalah milik pemerintah yang dikerja samakan dengan Lipoo Group, katanya.
"Kuasa pemegang Hak Guna Serah tidak hanya membayar kontribusi untuk daerah tetapi juga membuka usaha dan memperkerjakan anak-anak daerah," kata Lebu Raya.
Dalam hubungan dengan itu, dia meminta instansi terkait agar membantu para pengusaha yang ingin membangun kerja sama dengan memanfaatkan lahan pemerintah daerah.
Gubernur juga mengajak para investor agar tidak ragu-ragu menanamkan investasi di provinsi berbasis kepulauan itu, karena daerah itu terus berkembang dari tahun ke tahun.
Apalagi, wilayah NTT saat ini menjadi perhatian dunia setelah masuknya biawak raksasa Komodo dalam tujuh keajaiban dunia, katanya. "Mari bekerja sama merajut NTT menuju lebih baik," kata Lebu Raya dalam nada ajakan.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
