Logo Header Antaranews Kupang

Festival Bola Anak Perbatasan

Sabtu, 1 April 2017 14:48 WIB
Image Print
Festival Bola Anak Perbatasan untuk membangun rasa nasionalisme serta nilai-nilai percaya diri bagi anak-anak di perbatasan RI-Timor Leste. (Foto ANTARA/Kornelis Kaha)
Festival Bola Anak Perbatasan ini adalah bagian untuk membangun rasa nasionalisme serta nilai-nilai percaya diri, semangat juang, kejujuran, respek dan harapan untuk anak-anak di perbatasan.

Atambua (Antara NTT) - Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur menggelar "Festival Bola Anak Perbatasan" untuk menggali potensi pesepakbola berbakat di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

"Festival Bola Anak Perbatasan itu sudah dilakukan sejak Kamis (30/3) lalu dan puncaknya hari ini dengan tujuan memberikan kesempatan kepada anak perbatasan untuk menunjukkan bakat dan kualitas mereka," kata Pendiri SSB Bintang Timur Atambua Fary Djemi Francis di Atambua, Sabtu.

Ia menjelaskan, Festival Bola Anak Perbatasan ini adalah bagian untuk membangun rasa nasionalisme serta nilai-nilai percaya diri, semangat juang, kejujuran, respek dan harapan untuk anak-anak di perbatasan.

Dalam pelaksanaan festival tersebut pihak SSB Bintang Timur sendiri mengajak pelatih sepak bola berkewarganegaraan Belanda keturunan Indonesia yakni Bert Penturi yang mempunyai sertifikat kepelatihan A Pro UEFA.

Kemudian ada juga pelatih asal Argentina Esteban Busto yang pernah main di Liga Super Indonesia (LSI) yang kini menjadi instruktur di SSB Tangerang FC.

"Kegiatan festival tersebut berlangsung di lapangan SSB Bintang Timur Atambua dan diikuti oleh anak-anak dari berbagai daerah di Pulau Timor," tuturnya.

Fary yang juga Ketua Komisi V DPR RI ini mengatakan hingga mulai dari awal pembukaan Festival Bola Anak Perbatasan sampai saat ini, sudah tercatat sekitar 300 peserta yang mengikuti kegiatan festival tersebut.

"Kita berharap di hari puncak festival sore nanti, semakin banyak yang datang sehingga bisa mendapatkan banyak pengetahuan soal bola dan kita bisa menjaring dan merekrut yang berbakat," tambahnya.

Ia juga mengatakan, seharusnya pembukaan serta penutupan festival tersebut akan dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Letjen TNI Edy Rahmayadi, namun karena berhalangan maka yang bersangkutan tak dapat menghadiri kegiatan tersebut.

SSB Bintang Timur Atambua sendiri telah berdiri sejak 21 November 2015. Sampai dengan saat ini sudah ada 500 siswa usia 8 sampai 16 tahun yang sedang mengenyam pendidikan tentang sepak bola di SSB tersebut.

Bahkan hingga saat ini pihaknya telah membuka Academy Bintang Timur Atambua dengan usia 18-25 tahun dengan fokus memenangi bertanding dalam suatu kompetisi.

Ia sendiri mengharapkan festival itu sendiri bisa menghasilkan pemain-pemain berbakat yang kelak bisa dipanggil menjadi bagian dari anggota Timnas Indonesia.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026