
Pasukan di Perbatasan RI-Timor Leste Cukup

Jumlah pasukan yang menjaga wilayah perbatasan RI-Timor Leste sudah cukup, sehingga belum perlu untuk dilakukan penambahan.
Kupang (Antara NTT) - Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko menilai jumlah pasukan yang menjaga wilayah perbatasan RI-Timor Leste sudah cukup, sehingga belum perlu untuk dilakukan penambahan.
"Sejauh ini menurut kami sudah cukup. Dengan jumlah setiap satuan 350 personel pasukan untuk setiap sektor, baik sektor barat dan timur akan dapat membantu untuk menjaga setiap titik perbatasan di kawasan perbatasan," katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa.
Hal ini disampaikannya usai memimpin upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-Timor Leste dari Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) dan Yonif Raider 712/Wiratama dari Manado di Markas Lantamal VII Kupang.
Ia mengaku memang sejauh ini pihaknya masih melakukan evaluasi lagi soal jumlah personel di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.
"Evaluasi tersebut dilakukan guna mengecek kembali apakah jumlah pasukan itu sudah menopang tugas-tugas TNI di perbatasan secara maksimal," tambahnya.
Saat ini, menurutnya, sudah ada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sangat megah di kawasan perbatasan. Ini tentunya akan menjadi salah satu evaluasi mereka (pejabat TNI) untuk menambahkan jumlah personel jika diperlukan.
Terkait masih adanya kasus penyelundupan di kawasan perbatasan menurutnya pihak Satgas Pamtas akan selalu bekerja sama dengan para petugas di PLBN tersebut. "Sebab kalau TNI bekerja sendiri tidak akan berjalan dengan baik," tuturnya.
Pangdam juga mengklaim bahwa jumlah kasus penyelundupan, baik itu penyelundupan Bahan Bakar Minyak, kendaraan bermotor dan sejumlah bahan makanan lainnya dari Indonesia ke negara matahari terbit tersebut.
Sejauh ini Satgas Pamtas sudah bekerja secara baik. Walaupun wilayah NTT sangatlah luas, namun pihaknya juga telah membagi pos-pos perbatasan agar bisa lebih efektif dalam menjaga wilayah perbatasan tersebut, dari berbagai ancaman.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
