
PDIP Terbuka Bagi Calon Non Partai

PDI Perjuangan akan membuka ruang bagi para calon non partai yang hendak mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi pelaksanaan Pilgub 2018.
Kupang (Antara NTT) - PDI Perjuangan akan membuka ruang bagi para calon non partai yang hendak mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi pelaksanaan Pilgub 2018.
Wakil Ketua DPRD NTT ini dihubungi terkait apakah PDIP NTT juga membuka ruang bagi bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT dari luar partai untuk mendaftarkan diri setelah perayaan Paskah April 2017 ini.
Ia mengatakan saat ini di internal PDIP dari empat nama yang tengah bersosialisasi berdasarkan rekomendasi partai setempat, dua nama diantaranya yaitu yakni Lusia Adinda Dua Nurak (isteri gubernur Frans Lebu Raya), Daniel Tagu Dedo (Mantan Dirut Bank NTT) bukan kader meskipun merupakan simpatisan dekat dengan partai ini.
Sehingga, menurut dia, tidak benar kalau ada pihak yang mengatakan bahwa PDIP menutup pintu bagi bakal calon dari luar Partai.
Bahkan partai juga telah merekomendasikan agar pada masa pendaftaran nanti, menerima juga bakal calon dari luar partai baik mendaftar secara orang pribadi maupun dalam bentuk paket.
"Kami persilahkan mendaftar, untuk selanjutnya diseleksi dengan mekanisme partai diantaranya adalah survei untuk selanjutnya diserahkan ke DPP PDI Perjuangan guna diproses lebih lanjut hingga ditetapkan menjadi calon gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2018-2023," katanya.
Jadi keputusan siapakah calon yang akan disung di Pilkada serentak apakah untuk pemilihan gubernur dan pemilihan bupati tahun depan ini ada di tangan DPP.
Saat ini DPD hanya melaksanakan tugas sesuai mekanisme partai. Semua calon yang mendaftar akan disurvei. "Semua keputusan ada di DPP, sehingga setelah proses di DPD hasilnya kita serahkan ke DPP. Keputusan akhir di DPP. Jadi semua punya peluang yang sama," katanya.
Untuk saat ini katanya PDIP baru membuka pendaftaran di 10 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada kabupaten di DPC yang ada.
Sebelumnya Akademisi Universitas Indonesia Boni Hargens berharap ada muncul gubernur NTT hasil Pilkada 2018 yang mampu menghapuskan kemiskinan di propinsi kelahirannya.
"Saya selalu marah besar dengan keadaan rakyat yang masih sengsara apalagi itu karena politik dikuasai oleh mereka yang korup. Namun tetap berharap hasil Pilkada 2018 nanti muncul gubernur yang mampu mengurangi atau bahkan hapuskan kemiskinan," kata Boni melalui pesan singkatnya kepada Antara di Kupang, Selasa.
Ia mengaku tidak bisa merasa hidup tenang melihat kondisi kemiskinan yang masih melilit masyarakat di daerah selaksa nusa itu. "NTT itu tanah kelahiran saya yang saban tahun hingga saat ini masih terus dililit kemiskinan. Para penguasa hanya bermain-main di area kepentingannya semata," katanya.
Pewarta : Hironimus Bifel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
