Logo Header Antaranews Kupang

Dua Bakal Cagub NTT Daftar ke PDIP

Kamis, 4 Mei 2017 13:28 WIB
Image Print
Kristo Blasin (sedang berbicara) bersama Raymundus Sau Fernandes (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris DPD PDIP NTT Nelson Matara (kiri) bersama Ketua Tim Sukses Kristo Blasin, Nikolaus Fransiskus (bertopi) setelah mendaftar di Sekretariat DPD PDIP
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Nusa Tenggara Timur mencatat sedikitnya dua peserta telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Gubernur NTT ke Sekretariat PDIP, Kamis.

Kupang (Antara NTT) - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Nusa Tenggara Timur mencatat sedikitnya dua peserta telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Gubernur NTT ke Sekretariat PDIP, Kamis.

"Hari ini dua peserta yang mendaftarkan diri ke DPD PDIP untuk maju sebagai Bacagub NTT 2018 itu, masing-masing Kristo Blasin dan Raymundus Sau Fernandes," kata Fungsionaris DPD PDIP Gusti Beribe saat menyambut pendaftaran Raymundus Fernandes bersama ribuan massa mendukung di Sekretariat PDIP di Kupang, Kamis siang.

Ia mengatakan, DPD PDIP sendiri telah membuka pendaftaran Calon Gubernur NTT 2018 selama sebelas hari, 4-15 Mei 2017.

"Peserta pertama yang mendaftar yakni Kristo Blasin sekitar jam 10.00 pagi, menyusul Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandes pada siang harinya," katanya.

Sebelumnya, rapat kerja daerah partai berlambang kepala banteng gemuk besutan Megawati Soekarno Puteri itu menetapkan sejumlah nama bakal calon gubernur yang akan diikutkan dalam survei internal untuk mendapatkan satu bakal calon.

Keempat nama itu masing-masing Raymundus Sau Fernandes yang adalah kader PDIP juga sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten TTU, Kristo Blasin yang juga kader PDIP dan sebagai fungsionaris di DPD PDIP NTT.

Selain itu, ada pula nama lainnya, Daniel Tagu Dedo yang merupakan mantan Direktur Utama Bank Daerah NTT serta Lusia Adinda Lebu Raya istri Gubernur NTT saat ini Frans Lebu Raya.

Anggota Komisi IV DPRD NTT dari fraksi PDIP itu mengatakan, PDIP memberikan kesempatan yang sama kepada semua kader partainya yang serius dan bertekad sungguh-sungguh mengabdikan diri sebagai pemimpin masyarakat di daerah itu.

PDIP, kata dia, telah memimpin provinsi berbasis kepulauan itu selama 10 tahun, oleh karenanya setiap calon hendaknya memikirkan secara matang terkait program-program yang berpijak pada peletakan dasar ideologi partai yang telah diperjuangkan selama ini.

"Siapapun yang nantinya menjadi calon yang diusung partai harus mereflkeksikan dengan baik perjuangan dan tujuan bangsa yang diamanatkan partai jika dipercayakan rakyat memimpin pemerintahannya ke depan," katanya.

Sejalan dengan itu, fungsionaris Sekretariat DPD PDIP Emanuel Kolfidus mengatakan, semua peserta yang mendaftar mendapatkan kesempatan yang sama sesuai dengan prosedur yang ditetapkan partai.

Selanjutnya, katanya, diserahkan kepada mekanisme partai hingga nantinya ditentukan siapa calon terbaik yang akan diusung PDIP untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur NTT 2018.

"Semua pendaftar posisinya sama dan partai punya parameter atau alat ukur untuk menentukan siapa yang akan diusung untuk bertarung dalam Pilkada," katanya.

Sekretaris Komisi I DPRD NTT Fraksi PDIP itu berharap, setiap massa simpatisan pendukung bakal calon yang mendaftar dapat mengikuti prosedur partai dan menerima hasil keputusan nantinya secara demokratis.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026