Dishub minta operator pelayaran patuhi protokol kesehatan

id pelayaran,virus corona,asdp,covid-19

Dishub minta operator pelayaran patuhi protokol kesehatan

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Semua operator pelayaran diminta untuk mematuhi protokol kesehatan gunak mencegah penyebbaran COVID-19.
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Isyak Nuka meminta semua operator pelayaran untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Pencegahan yang harus dilakukan di setiap pelabuhan adalah pemeriksaan suhu tubuh setiap penumpang kapal, serta melakukan penyemprotan di dalam kapal sebelum penumpang naik ke kapal," kata Isyak Nuka kepada ANTARA di Kupang, Rabu (25/3)..

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan langkah pencegahan terhadap penyebaran virus Corona (COVID-19) melalui pelabuhan-pelabuhan laut yang ada di berbagai wilayah kepulauan NTT.

"Semua operator pelayaran sudah diminta untuk memberlakukan protokol kesehatan pada setiap pelabuhan," katanya.
Seorang petugas ASDP Kupang sedang melakukan kegiatan desinfektan di dalam kapal di Pelabuhan Bolok Kupang. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Pelaksanaan protokol kesehatan ini, kata dia bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Kepala Unit Pengelola Pelabuhan serta Dinas Kesehatan setempat.

"Sesuai dengan protokol kesehatan, setiap penumpang yang naik maupun turun dari kapal akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh," kata Isyak Nuka yang juga Koodinator Bidang Area dan Transportasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di NTT itu.

Selain melakukan pengisian kartu kewaspadaan kesehatan (HAC), sesuai Maritim Declaration of Health, penggunaan hand sanitizer, hingga penyemprotan desinfektan, katanya menjelaskan.

Isyak Nuka juga meminta pemerintah daerah untuk membantu melakukan pengawasan di setiap pelabuhan, terutama saat kapal tiba atau berangkat untuk memastikan bahwa protokol kesehatan telah berjalan sebagaimana mestinya.  
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar