
PDIP Tetap Incar Kursi Gubernur NTT

"PDIP tetap maju sebagai calon gubernur. Calon wakil gubernur bisa dari partai politik atau nonpartai tergantung partai koalisi," kata Nelson Matara.
Kupang (Antara NTT) - PDI Perjuangan tetap mengincar kursi gubernur Nusa Tenggara Timur dengan mengusung bakal calonnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018.
"PDIP tetap maju sebagai calon gubernur. Calon wakil gubernur bisa dari partai politik atau nonpartai tergantung partai koalisi," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT Nelson Matara di Kupang, Kamis.
Dia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan apakah PDI Perjuangan tetap pada sikapnya untuk maju mengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pada Pilgub 2018.
PDI Perjuangan akhirnya menjadi tempat berlabuh para kandidat gubernur maupun wakil gubernur untuk maju pilgub mendatang.
Pada akhir penutupan pendaftaran Senin, (15/5), tercatat 11 bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur yang mendaftar untuk bersaing memperebutkan "kendaraan" PDI Perjuangan.
Sebanyak 11 bakal calon yang mendaftar itu terdiri atas sembilan bakal calon gubernur dan dua bakal calon wakil gubernur, yakni Mikhael Umbu Zaza dan Novianto Umu Pati Lende.
Sebanyak sembilan bakal calon gubernur, adalah Raymundus Sau Fernandes, Ibrahim Medah, Daniel Tagu Dedo, Ayub Titu Eki, Kristo Blasin, Daniel Hiroson Wadu, Honing Sani, Hironimus Fernadez, dan Yoseph Suni.
Raymundus Sau Fernandes adalah Bupati Timor Tengah Utara (TTU) yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan TTU, Ibrahim Medah adalah Ketua DPD Partai Golkar NTT yang juga anggota DPD RI, Daniel Tagu Dedo adalah mantan Direktur Utama Bank NTT, Ayub Titu Eki adalah Bupati Kupang, dan Yoseph Suni, pengusaha.
Kristo Blasin adalah mantan Wakil Ketua DPRD NTT dan salah satu ketua di DPD PDI Perjuangan NTT, Daniel Hiroson Wadu dan Hironimus Fernadez adalah aparatur sipil negara (ASN), Honing Sani adalah mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.
Dia mengatakan PDI Perjuangan sebagai partai terbuka menerima semua bakal calon yang berkeinginan untuk menjadikan partai berlambang kerbau mulut putih dalam lingkaran itu sebagai kendaraan politik menuju Pilgub 2018.
Mengenai bakal calon yang disiapkan, Wakil Ketua DPRD NTT itu mengatakan tidak ada nama yang dijagokan.
Semua yang mendaftar, kata dia, akan mengikuti mekanisme di internal partai, termasuk survei sebelum menetapkan pasangan calon untuk disodorkan kepada rakyat pada Pilgub 2018.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
