
Gelombang Selat Sape 2,5 Meter

Oleh Bernadus Tokan
Kupang (Antara NTT) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi El Tari Kupang memberikan peringatan kepada armada pelayaran yang melintas di Selat Sape, antara Pulau Sumbawa dan Flores agar waspada, karena tinggi gelombangnya mencapai sekitar 2,5 meter.
"Kondisi yang sama (tinggi gelombang) terjadi juga di Selat Sumba, Laut Sawu dan perairan selatan Pulau Sumba, dan Samudera Hindia di bagian selatan," kata Prakirawan dari BMKG Stasiun Meterologi El Tari Kupang Muhammad Fachrurrozi di Kupang, Rabu (16/11).
Selain itu, gelombang setinggi dua meter juga berpotensi terjadi di perairan selatan Pulau Rote, Kupang, dan Laut Timor, katanya dalam laporan peringatan dini cuaca di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur yang diterima Antara, Rabu siang.
Potensi terjadinya gelombang tinggi di wilayah perairan itu, terjadi mulai 16-18 November 2016, katanta.
Menurut dia, gelombang maksimum dapat mencapai dua kali lipat dari tinggi gelombang hasil prakiraan yang dikeluarkan BMKG.
Menurut dia, hasil analisa menunjukkan, potensi gelombang laut yang terjadi di Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu dan perairan Selatan Sumba dipicu tekanan rendah.Tekanan rendah terjadi di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah Barat Daya Sumatera
Selain itu tekanan rendah, beberapa hari terakhir ini angin timuran juga kembali menguat, karena saat ini NTT masih berada pada masa pancaroba.
"Potensi gelombang tinggi dipicu tekanan rendah di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah Barat Daya Sumatera, selain dalam beberapa hari terakhir ini angin timuran juga kembali menguat, karena saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur masih berada pada masa transisi dari musim panas ke musim hujan," katanya.
"Jadi arah anginpun masih sering berubah-ubah," katanya menjelaskan. Mengenai cuaca, dia mengatakan kondisi cuaca di wilayah perairan umumnya hujan dengan intensitas ringan. Arah angin dari Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan 2-4 Skala Beaufort, katanya menjelaskan.
Pewarta : Oleh Bernadus Tokan
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
