Logo Header Antaranews Kupang

Waspadai Filariasis

Kamis, 1 Juni 2017 09:58 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr Robert Amaheka
"Kita berharap warga mewaspadai penyebaran penyakit filariasis karena wilayah Kabupaten Kupang merupakan daerah endemis penyakit filariasis tertinggi di NTT," kata Robert Amaheka.

Kupang (Antara NTT) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur meminta warga untuk mewaspadai penyebaran penyakit filariasis atau kaki gajah dengan menjaga kebersihan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Kita berharap warga mewaspadai penyebaran penyakit filariasis karena wilayah Kabupaten Kupang merupakan daerah endemis penyakit filariasis tertinggi di NTT," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert Amaheka di Oelamasi, Rabu.

Amaheka menjelaskan, penderita penyakit filariasis di Kabupaten Kupang sudah mencapai 31 orang yang tersebar di 24 kecamatan.

"Penderita penyakit filariasis atau kaki gajah terdapat di Desa Bipolo sebanyak 11 orang sedangkan sisanya tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Kupang," ujar Amaheka.

Ia mengatakan, berdasarkan data prevalensi mikrofilaria dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Provinsi NTT merupakan daerah endemis filariasis pertama di Indonesia dengan jumlah kasus 3.175 orang.

"Kabupaten Kupang tertinggi di NTT memiliki penderita penyakit filariasi. Perkiraan penularan filariasis ini sudah mencapai 31 kasus. Sedangkan yang sudah memiliki gejala menderita filariasi sebanyak 301 kasus," ujar Amaheka.

Dikatakannya, penduduk Kabupaten Kupang yang telah tertular penyakit filariasi sebanyak 3.010 orang dan belum menimbulkan gejala namun berpotensi menularkan filariasis.

"Pada akhirnya masyarakat Kabupaten Kupang merupakan masyarakat berpotensi untuk terjangkit filariasi atau penyakit kaki gajah. Proses pengobatan terus dilakukan pemerintah Kabupaten Kupang untuk mengurangi bertambahnya jumlah penderita penyakit filariasis," kata Amaheka.

Sekalipun tingkat kematian akibat penyakit ganas menahun ini relatif rendah namun bekas yang ditimbulkannya sangat merugikan penderitanya.

"Penyakit filariasis dapat menyebabkan cacat seumur hidup sehingga mengangu aktivitas dan menurunkan produktifitas penderita," kata Amaheka.

Ia berharap warga di Kabupaten Kupang mampu memproteksi diri dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal sehingga tetap bersih agar nyamuk tidak mudah berkembang biak karena penularan penyakit filariasis cepat menular melalui gigitan nyamuk.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026