Logo Header Antaranews Kupang

Presiden Jokowi curigai ada permainan picu harga gula-bawang merah tinggi

Rabu, 13 Mei 2020 19:26 WIB
Image Print
Ilustrasi. Stok gula pasir di gudang distributor. ANTARA/Aprionis
....atau ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran kementerian terkait untuk mengungkap penyebab tingginya harga gula pasir dan bawang merah, sehingga terdapat dugaan tingginya dua bahan pokok tersebut karena ada permainan harga yang menguntungkan segelintir pihak.

"Saya ingin ini dilihat masalahnya di mana, apakah masalah distribusi, atau stoknya kurang, atau ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar," kata Presiden rapat terbatas melalui telekonferensi video mengenai Antisipasi Kebutuhan Pokok dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (13/5).

Baca juga: Wabup Flores Timur ingatkan penjual tak cari untung di tengah COVID
Baca juga: Presiden Jokowi : Kinerja ekonomi kuartal I masih baik dibanding negara lain


Presiden mengatakan di pandemi penularan virus Corona atau COVID-19 ini, masyarakat sedang mengalami penurunan daya beli. Maka dari itu, untuk mengurangi beban masyarakat, seluruh harga bahan pokok harus terkendali dan terjangkau.

Untuk bawang merah, Presiden mencatat harga di pasaran mencapai Rp52 ribu per kilogram. Padahal seharusnya harga bawang merah bisa ditekan hingga Rp32 ribu per kilogram.

Sedangkan, harga gula pasir belum menunjukkan penurunan signifikan, padahal Presiden sudah memerintahkan beberapa kali untuk pengadaan stok dan operasi pasar. Di pasaran saat ini, harga gula pasir Rp17.500 per kilogram, atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

Baca juga: Presiden Jokowi sebut beberapa bahan pokok defisit di sejumlah provinsi

"Gula pasir sampai saat ini, saya terus kejar, harga masih Rp 17.000-17.500 per kilogram padahal HET harusnya di Rp12.500 per kilogram," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026