Logo Header Antaranews Kupang

6.200 Personel Amankan Idul Fitri

Senin, 19 Juni 2017 17:48 WIB
Image Print
Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso (tengah).
"Saya sudah perintahkan agar jumlah tersebut dapat melaksanakan pengamanan dengan tujuan agar memberikan rasa aman kepada saudara-saudara kita umat muslim yang merayakan hari raya Idul Fitri," kata Irjen Pol Agung Sabar Santoso.

Kupang (Antara NTT) - Polda Nusa Tenggara Timur telah menyiagakan 6.200 personelnya untuk mengamankan jalannya perayaan Idul Fitri 1438 H di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.

"Saya sudah perintahkan agar personil dapat melaksanakan pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada saudara-saudara kita umat muslim yang merayakan hari raya Idul Fitri," kata Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso kepada wartawan di Kupang, Senin, (19/6).

Personil tersebut juga disiapkan untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya kelompok-kelompok radikal ataupun anggota teroris di wilayah itu, katanya usai memimpin upacara gelar pasukan Ramadniya 2017 dalam rangka pengamanan selama bulan Suci Ramadhan hingga tibanya fajar Idul Fitri 2017 mendatang di NTT.


Ia mengatakan jumlah personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah tempat keramaian, terminal, pelabuhan, serta bandara yang menjadi pintu masuk dan keluar para pemudik.

Kasus penangkapan dua terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi perhatian khususnya bagi komandan berbintang dua itu untuk mengantisipasi hal yang sama yang terjadi di Bima.

"Selain melakukan pengamanan jelang Idul Fitri, 6.200 pasukan itu nantinya akan dibagi-bagi ke stiap sudut Kota Kupang khususnya untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di daerah itu," katanya menjelaskan.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu memeriksa kembali rumahnya jika ingin mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri.

"Bagi yang akan meninggalkan rumahnya harap perhatikan listriknya. Jangan sampai meninggalkan rumah dengan keadaan sejumlah arus listrik masih menyala, karena itu akan sangat berbahaya," tuturnya.

Disamping itu juga saat meninggalkan rumah warga diminta untuk menitipkan rumah pada tetangga yang dapat dipercaya.

Petugas kepolisian juga lanjutnya akan terus berpatroli di setiap lorong-lorong rumah untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, seperti pencurian dan lain sebagainya.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026