Logo Header Antaranews Kupang

Pemerintah Hadir Melalui Bulog

Selasa, 20 Juni 2017 10:53 WIB
Image Print
Kabulog Divre NTT Efdal MS
Kehadiran Bulog sampai ke pelosok-pelosok daerah merupakan bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk membantu masyarakat kecil.

Kupang (Antara NTT) - Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Nusa Tenggara Timur Efdal MS mengatakan kehadiran Bulog sampai ke pelosok-pelosok daerah merupakan bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk membantu masyarakat kecil.

"Selama ini Bulog selalu berusaha agar dapat membantu masyarakat di setiap pelosok negeri ini. Contohnya untuk di NTT saja, kita sebar rastra sampai ke pelosok-pelosok daerah bahkan sampai perbatasan. Dan ini bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat kecil di manapun berada," katanya kepada Antara di Kupang, Selasa.

Ia menyatakan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 48 tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 25 Mei 2016 Bulog telah diberikan sejumlah tugas dari pemerintah.

Bulog diberikan kewenangan baru untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen dan produsen untuk jenis bahan pangan pokok selain beras, yakni jagung dan kedelai.

Sementara untuk jenis bahan pangan lainnya, seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam ras dan telur ayam, menteri yang menyelenggarakan urusan perdagangan dapat menugaskan kepada BUMN diluar Bulog atau kepada Bulog.

"Tetapi saat ini hampir semua kebutuhan pokok jenis bahan pangan juga sudah dilimpahkan kepada kami. Sejauh ini baru beberapa saja, tetapi kalau memang dimintai oleh Pemerintah untuk operasi pasar maka kami selalu siap," tuturnya.

Untuk Bulog NTT sendiri lanjutnya selama ini baru melakukan operasi pasar untuk sejumlah kebutuhan pokok yakni beras, minyak goreng, gula pasir, bawang, serta daging. Namun Cabai dan kedelai masih belum dilakukan karena belum dimintai oleh pemerintah puasat.

Terkait stabilisasi harga Bulog sendiri lanjutnya turun sampai ke konsumen akhir untuk menjaga dan menstabilkan harga barang kebutuhan pokok.

"Biasanya pada waktu paceklik sering terjadi kenaikan harga barang. Nah pada saat itu Bulog hadir untuk menstabilkan harga dengan cara mengelar operasi pasar," tambahnya.

Hal itu terbukti dengan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog Divre NTT dalam hal penjualan bawang Putih. Dimana pada saat harga di pasaran mencapai Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram, Bulog NTT justru menjualnya dengan harga Rp30.000 per kilogram.

Terkait keberadaan Bulog tersebut menurut Kepala Dinas Perdagangan NTT Simon Tokan keberadaan Bulog selama ini sangat membantu pemerintah NTT.

"Kami selalu meminta kepada Bulog agar mengelar operasi pasar. Hal ini akan sangat membantu stabilitas harga barang kebutuhan pokok di pasar," tuturnya.

Ia juga mengakui bahwa keberadaan Bulog hingga ke pelosok-pelosok daerah membuktikan bahwa pemerintah tidak menutup mata buat masyarakat kecil, yang memang jauh dari perkotaan.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026