Logo Header Antaranews Kupang

PLN Bangun PLTMG 40 MW di Sikka

Rabu, 21 Juni 2017 11:50 WIB
Image Print
Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kiri) sedang bersalaman dengan GM PT PLN (Persero) Wilayah NTT Richard Safkaur usai peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 40 MW di Kabupaten Sikka,
PT PLN (Persero) wilayah Nusa Tenggara Timur mulai membangun pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 40 MW di Desa Wairita, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Kupang (Antara NTT) - PT PLN (Persero) wilayah Nusa Tenggara Timur mulai membangun pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 40 megawatt (MW) di Desa Wairita, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Proses pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama (grouund breaking) pada Rabu (21/6) oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya.

Gubernur Lebu Raya mengapresiasi upaya PLN yang terus bekerja keras melistriki berbagai daerah di Pulau Flores dan lainnya di Provinsi Selaksa Pulau itu.

Ia meminta agar selanjutnya PLN bisa mempercepat proses pembangunan PLTMG tersebut agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat setempat dan sekitarnya.

"Pembangunan PLTMG ini dinantikan hasil listriknya karena pemerintah dan masyarakat setempat sudah memberikan dukungan penuh, dengan merelakan lahan untuk pembangunan jaringan guna pendistribusian listrik untuk kepentingan bersama," katanya lagi.

Gubernur dua periode itu juga meminta masyarakat dan berbagai pihak setempat, agar selanjutnya tetap mendukung proses pembangunan hingga tuntas karena hasilnya untuk kebutuhan dan mendukung kesejahteraan bersama.

"PLTMG ini juga tentu akan berdampak baik bagi perkembangan investasi swasta maupun BUMN yang masuk ke Kabupaten Sikka dan sekitarnya di Pulau Flores," kata dia.

Kepala Divisi Konstruksi PT PLN (Persero) Sulawesi dan Nusa Tenggara Hakim Namawi menyebutkan pembangunan PLTMG Maumere 40 MW itu akan membutuhkan waktu hingga 15 bulan ke depan.

Secara teknis, Hakim menjelaskan, saat ini Sistem Maumere memiliki daya mampu (DM) total sebesar 14.250 kilowatt (kW) baik dari pembangkit milik PLN maupun disewakan.

Dengan kapasitas daya mampu itu, lanjutnya, pemakaian pada siang hari sebesar 7.550 kW dan malam hari mencapai 12.100 kW. Untuk itu PLTMG itu nantinya akan memperkuat pasokan listrik di daerah setempat hingga wilayah Flores bagian timur.

Hakim menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat setempat karena tahapan utama peletakan batu pertama pembanguan PLTMG telah berhasil dilaksanakan.

Menurutnya, pembangunan pembangkit baru itu merupakan bagian strategi bisnis PLN untuk penguatan keandalan listrik di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka,yang didukung dengan pembangunan gardu induk sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2016-2025.

Untuk itu, ia meminta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat agar berbagai upaya dan target pembangunan kelistrikan bisa berjalan lancar untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di NTT.

"Peningkatan rasio elektrifikasi ini kami lakukan dengan mengoptimalkan listrik pedesaan dengan sebanyak 1.200 desa di NTT yang harus terlistriki hingga 2018 mendatang," ujarnya pula.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026