
Wisatawan Nusantara Mendominasi

"Dari total jumlah kunjungan sebanyak 23.052 orang, 21.241 orang tamu di antaranya adalah wisatawan nusantara dan 1.811 orang sisanya merupakan tamu mancanegara," kata Maritje Pattiwalapia.
Kupang, 4/7 (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat pada Juni 2017 jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di Nusa Tenggara didominasi wisatawan nusantara ketimbang wisatawan mancanegara.
"Dari total jumlah kunjungan sebanyak 23.052 orang, 21.241 orang tamu di antaranya adalah wisatawan nusantara dan 1.811 orang sisanya merupakan tamu mancanegara," kata Kepala BPS NTT Maritje Pattiwalapia kepada wartawan di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan jika diperbandingkan dengan Mei 2017 jumlah wisatawan yang menginap pada sejumlah hotel berbintang di NTT sebanyak 20.724 orang dengan rincian 19.167 orang wisatawan nusantara dan 1.557 orang wisatawan mancanegara.
Artinya kata dia terjadinya penurunan baik jumlah kunjungan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara pada Mei dibandingkan dengan Juni 2017.
Menurut dia, menurunnya jumlah wisnus dan wisman itu karena banyak faktor yang mempengaruhi, terutama akibat melambatnya ekonomi global yang berimbas pada pendapatan warga dunia secara umum juga menurun.
"Jika ekonomi global tumbuh positif, pendapatan warga juga meningkat. Jika pendapatan tinggi dan kelebihan uang, maka salah satu cara yang ditempuh adalah plesiran. Tapi karena pendapatan berkurang, maka kebutuhan wisata juga ditunda," katanya.
Fluktuatifnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara dapat dikur juga melalui Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel berbintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2017 sebesar 51,53 persen atau naik 2,52 poin dibanding TPK Mei 2017 sebesar 49,01 persen
Badan Pusat Statistik setempat juga mencatat rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulan Mei 2017 selama 2,04 hari.
"Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,93 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 3,38 hari," katanya.
Kondisi itu tidak menutup kemungkinan penyewa kamar hotel terus bertambah pada bulan Juni apalagi jika cuaca mendung sehingga wisatawan membutuhkan tempat untuk beristirahat dan berteduh setelah beraktivitas di laut.
Bahkan dari beberapa hotel serta penginapan mulai dari kelas melati hingga berbintang telah menyediakan fasilitas dan pelayanan tambahan agar wistawan terhibur dan betah tinggal di hotel.
Selain itu, ada beberapa pengusaha hotel yang juga menyediakan jasa guide atau pedamping bagi wisatawan yang membutuhkan pelayanan tersebut seperti mengantar ke objek wisata yang ada.
Pewarta : Hironimus Bifel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
