
Hindari Kekerasan Saat MOS

Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta sekolah melaksanakan masa orientasi siswa (MOS) dengan kegiatan yang bersifat mendidik dan menghindari kegiatan yang bersifat kekerasan.
Kupang (Antara NTT) - Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta sekolah melaksanakan masa orientasi siswa (MOS) dengan kegiatan yang bersifat mendidik dan menghindari kegiatan yang bersifat kekerasan.
"Apabila sekolah yang ingin melaksanakan MOS di NTT untuk SD dan SMP dan SMA/MA/SMK, maka harus bersifat mendidik dan menghindari hal-hal yang bersifat kekerasan," kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi NTT Aloysius Min di Kupang, Kamis.
Sekolah, kata dia, harus melakukan pencegahan perpeloncoan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah yang diatur dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.
"Kegiatan bagi siswa baru yang tercantum dalam Permendikbud tersebut tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru adalah kegiatan pertama masuk sekolah yang berupa pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah," katanya.
Meskipun demikian, katanya MOS harus benar-benar untuk pengenalan sekolah dan peninjauan dilakukan ke sekolah-sekolah untuk memastikan bahwa mereka melaksanakan sesuai dengan yang diimbau.
Pihak sekolah juga harus benar-benar serius dalam pelaksanaan masa orientasi siswa baru, agar pengenalan lingkungan sekolah dapat berjalan maksimal, serta orientasi yang bersifat kekerasan tersebut dapat dihindarkan.
"Untuk itu sekolah harus bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan orientasi, serta siswa baru tidak diperkenankan memakai atribut-atribut di luar atribut sekolah," jelasnya.
Jika masih terdapat sekolah yang melakukan praktik perpeloncoan maupun kekerasan terhadap siswa baru maka akan ditindak dengan tegas.
"Kami akan berikan teguran baik secara lisan maupun tertulis kepada sekolah yang masih melakukan praktik itu, khususnya akan dilakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah," sebutnya.
Ia berharap pihak sekolah taat terhadap peraturan yang telah ada serta senantiasa mengawasi pelaksanaan MOS agar hal-hal yang tidak diinginkan tersebut tidak terjadi sehingga akan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.
Dia meminta sekolah agar tidak menggelar perpeloncoan dalam masa orientasi sekolah bagi siswa baru, dan menggantinya dengan forum atau kegiatan lainnya yang tujuannya juga sama yakni pengenalan lingkungan disekitar sekolah.
"Banyak cara yang dilakukan yang setara dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar efketif, memahami aturan sekolah dan tata krama," katanya.
Pewarta : Hironimus Bifel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
