Logo Header Antaranews Kupang

Prajurit TNI Yang Hanyut Kembali Bertugas

Senin, 14 Agustus 2017 17:44 WIB
Image Print
Kondisi kesehatan empat prajurit TNI-AD Satgas Pengamanan Pulau Terluar (PamPuter) Pulau Batek, Kabupaten Kupang, NTT mulai membaik dan siap untuk kembali menjalankan tugas di pulau yang berbatasan dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Ambeno
Empat prajurit TNI-AD yang merupakan anggota Satgas PamPuter Pulau Batek, Kabupaten Kupang, NTT siap bertugas kembali di pulau yang berbatasan langsung dengan Oceusse, Timor Leste itu.

Kupang (Antara NTT) - Empat prajurit TNI-AD yang merupakan anggota Satgas Pengamanan Pulau Terluar (PamPuter) di Pulau Batek, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur siap bertugas kembali di pulau yang berbatasan langsung dengan Oceusse, Timor Leste itu.


Keempat prajurit Satgas Pamputer Pulau Batek ini sempat dinyatakan hilang dalam pelayaran dari Oepoli menuju Pulau Batek dengan sebuah perahu jenis LCR beberapa hari lalu, namun berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Basarnas Kupang.

"Mereka sudah dinyatakan sehat setelah mejalani perawatan di RS Wirasakti Kupang, dan menyatakan siap untuk kembali bertugas sebagai Satgas PamPuter di Pulau Batek," kata Letkol Ckm Prabowo Effendi, Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah Korem 161/Wirasakti Kupang, Minggu (13/8).

"Mereka sudah diijinkan pulang, setelah dirawat selama kurang lebih dua malam. Keempatnya sudah dalam kondisi yang semakin membaik," katanya dan menambahkan pihaknya juga telah memeriksa keadaan keempat prajurit pulau terluar tersebut sejak malam kemarin dan dari hasil monitor diketahui bahwa tidak ada masalah.

"Kondisi mereka sudah baik, makan sudah enak dan semalam pun kita monitor tidurnya nyenyak," tambahnya.

Empat prajurit tersebut saat ini sedang beristirahat di Mess Korem 161/Wirasakti Kupang, sambil menunggu kembali ke Pos Satgas PamPuter di Pulau Batek, wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Ambeno-Oecusse.

Prabowo menambahkan pada Minggu (13/8) keempat prajurit tersebut juga mendapat kunjungan dari Komandan Brigif 21/Komodo Kolonel Infanteri Andre Saputro didampingi Komandan Yonif Raider Khusus 744/SYB Letkol Inf Samsul Huda dan Staf Brigif 21/Komodo, untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan mereka.

Dalam kesempatan tersebut para prajurit juga mendapat dorongan moril supaya tetap semangat melanjutkan tugas negara menjaga wilayah pulau terluar NKRI.

Keempat anggota Satgas PamPuter masing-masing Praka Ronal, Pratu Agung, Pratu Sudarman dan Pratu Ardi, yang bertugas di Pulau Batek pada Rabu (9/8) hanyut dan hilang ketika perahu jenis LCR sebagai alat transportasi laut mengalami gangguan (mati mesin) sehingga mereka sempat terapung-apung dan hanyut terbawa arus selama 24 jam lebih di lautan.

Perahu mereka rusak usai berbelanja kebutuhan pokok di Desa Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT bagi pasukan di Pulau Batek yang bertugas menjaga dan mengamanan kedaulatan pulau kecil tersebut dari gangguan pihak asing.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur darat, laut, udara, kepolisian, Basarnas dan masyarakat yang dikoordinir oleh Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, selaku Komandan Tanggap Darurat dan Dankolakops Satgas PamPuter berhasil melakukan pencarian dan penyelamatan (search and rescue ) terhadap keempat prajurit TNI tersebut pada Jumat malam (11/8) pukul 19.49 Wita.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026