
Bulog NTT Jamin Stok Beras Aman

"Stok beras saat ini masih aman bahkan mampu memenuhi kebutuhan warga sampai akhir tahun 2016," kata Kabulog Divre NTT Sugeng Rahayu..
Kupang (Antara NTT) - Kepala Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur Sugeng Rahayu menjamin stok beras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sasaran dan aparatur sipil negara di daerahnya dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2016 ini.
"Stok beras saat ini masih aman bahkan mampu memenuhi kebutuhan warga yang membutuhkannya hingga akhir tahun 2016," katanya, di Kupang, Selasa.
Saat ini, katanya lagi, Bulog setempat masih memiliki stok beras sebanyak 31.000 ton lebih.
Persediaan beras itu, lanjut dia, akan bertambah menjadi 47.900 ton. "Stok beras ini cukup untuk menghadapi Natal 2016 dan Tahun Baru 2017," katanya lagi.
Menurut dia, hingga 16 November 2016, beras untuk rakyat sejahtera (rastra, dulu raskin, Red) yang sudah disalurkan mencapai 93,39 persen atau sebanyak 64.000 ton lebih dari 75.923 ton tahun 2016.
"Dengan sisa sekitar 10.000 ton lebih, Bulog Divre NTT yakin bisa direalisasikan seluruhnya hingga batas penyaluran, yakni 15 Desember 2016," katanya pula.
Dia menyebutkan rastra yang belum disalurkan terbanyak di Belu, yakni 2.287 ton, diikuti Sumba Barat Daya 1.256 ton, dan Sumba Timur 807 ton.
Sedangkan realisasi paling rendah adalah Manggarai baru 289 ton, Manggarai Barat 200 ton, dan TTS baru 22 ton.
Selain itu, Bulog NTT menyediakan 25 ton beras per hari untuk operasi pasar (OP) bagi 23 kabupaten/kota di daerah berbasis kepulauan ini.
Stok sebanyak itu sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi tahunan di NTT yang salah satu pemicunya adalah beras akibat fenomena iklim El Nino yang memicu musim kemarau lebih awal dan mengakibatkan kekeringan serta gagal panen, katanya.
Ia menegaskan bahwa distribusi beras itu sangat tergantung dari permintaan setiap kabupaten/kota melalui kepala daerahnya kepada Bulog untuk menggelar operasi pasar, sesuai dengan perkembangan harga beras di pasaran.
"Apabila harga beras meninggi dan sulit terkendali, maka pemerintah daerah kabupaten dan kota melayangkan permintaan kepada pimpinan Bulog setempat, sehingga akan dilakukan operasi pasar," katanya lagi.
Pewarta : Hironimus Bifel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
