Logo Header Antaranews Kupang

Pembelian Beras Terkendala Harga

Selasa, 22 November 2016 15:08 WIB
Image Print
Pembelian Beras masih terkendala harga
"Realisasi pembelian beras hasil olahan petani setempat belum begitu banyak, karena masih terkendala dengan harga yang tinggi," kata Sugeng Rahayu..

Kupang (Antara NTT) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Nusa Tenggara Timur belum mau membeli beras dari petani di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini, karena masih terkendala harga.

"Realisasi pembelian beras hasil olahan petani setempat belum begitu banyak, karena masih terkendala dengan harga yang tinggi," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur Sugeng Rahayu kepada Antara di Kupang, Selasa.

Ia menyebut dari target pengadaan 15.000 ton, realisasinya baru 1.500 ton, karena harga jual di tingkat petani di atas Rp8.000, sementara harga yang ditetapkan pemerintah di bawah Rp8.000 atau Rp7.300-Rp7.500 tergantung jarak tempuh.

"Ini yang mengakibatkan hingga triwulan III-2016 kami belum mampu memenuhi target pengadaan beras dari petani yang ditargetkan sebanyak 15.000 ton di tahun 2016," katanya.

Ia mengatakan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, pada pertengahan tahun atau Semester pertama tahun anggaran berjalan, pihak Bulog sudah melakukan pembelian beras dari petani sawah di NTT, bahkan realisasinya sudah mencapai 40-50 persen dari total pagu 15.000 ton yang ditargetkan Bulog Jakarta.

"Tahun lalu, pada bulan seperti ini (November) pihaknya telah menyerap ekiar 12.903 ton beras petani setempat dari target yang ditetapkan untuk 2015 sebesar 15.000 ton.

Artinya baru sekitar 60 persen atau seperempat dari total pagu tonase yang ditetapkan untuk dibeli dari petani di kantong-kantong produksi beras untuk dicadangkan jika sesewaktu diperintahkan untuk disalurkan ke rumah tangga aaran lain yang membutuhkan.

Namun mekipun tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena kenaikan harga beras ditingkat petani dan faktor anomali iklim, pihak Bulog tetap saja menanti waktunya panen bagi petani beras yang mungkin saja dapat menanam dan belum saja dipanen karena terlambat dari biasanya.

"Kami terus melakukan pengecekan kepada sentra-sentra produksi beras di NTT, untuk merealisasikan pengadaan ini karena merupakan target yang harus dilaksanakan," katanya.

Pengadaan ini katanya akan terus dilakukan ke sentra-sentra produksi beras di NTT seperti Lembor di Kabupaten Manggarai Barat, Ruteng di Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Belu seerta Kabupaten Sumba Barat masih tetap memberlakukan harga jual Rp1.3000sampai akhir tahun sepanjang harga masih sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp7.300 per kilogram.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026