Logo Header Antaranews Kupang

Jalan di Sabu Raijua putus

Senin, 15 Januari 2018 10:08 WIB
Image Print
Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabu Raijua sedang berupaya membersikan jalan yang putur akibat banjir, Minggu (14/1). (ist) (a)
"Longsor itu akibat hujan yang menguyur daerah ini sejak Sabtu (12/1) kemarin hingga Minggu sore," katanya saat dihubungi Antara dari Kupang.


Kupang, (Antaranews NTT) - Jalan Trans Seba-Liae di Desa Raimueda, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) putus akibat longsor, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabu, Pither Mara Rohi, Minggu, (14/1).

"Longsor itu akibat hujan yang menguyur daerah ini sejak Sabtu (12/1) kemarin hingga Minggu sore," katanya saat dihubungi Antara dari Kupang.

Ia menambahkan akibat jalan yang putus sepanjang 12 meter itu arus transportasi di daerah itu khususnya dari Seba, Ibu kota Sabu Raijua ke Kecamatan Liae mengalami gangguan.

"Ada jalan lain, namun untuk bisa ke Liem harus memutar sangat jauh yakni diperkirakan mencapai 30 kilometer. Belum lagi jalannya tak semulus jalan yang putus ini," tambah dia.

Hingga saat ini, BPBD ASSBI Raijua sendiri sudah turun ke lokasi untuk memantau dan melakukan berbagai hal agar bisa jadi jalan darurat.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa longsor tersebut tak jauh dari pemukiman warga. Namun Pither bersyukur karena tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Sejumlah personel sudah kami turunkan ke lokasi untuk memantau apakah ada korban jiwa atau tidak. Dan bersyukur tak ada korban jiwa dan kerugian material," tutur dia.

Pither pun melanjutkan BPBD dirinya sudah melaporkan hal tersebut ke Plt Bupati Sabu Raijua terkait kasus tersebut dan sudah ada perintah langsung dari Plt Bupati setempat.

"Bupati sudah meminta kami berkoordinasi dengan Danramil setempat, Polsek serta Dinas PU suntuk menyediakan alat berat," ujar dia.

Ia pun berharap pada Senin (15/1) sudah ada jalan alternatif yang bisa dilalui oleh kendaraan umum.



Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026