Logo Header Antaranews Kupang

Pembangunan bendungan Temef dimulai Maret 2018

Selasa, 23 Januari 2018 14:29 WIB
Image Print
Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), Agus Sosiawan. (Foto Antara/Kornelis Kaha)
Peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur diperkirakan pada Maret 2018.

Kupang (Antaranews NTT) - Peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur diperkirakan pada Maret 2018.


Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan kepada Antara di Kupang, Selasa, mengatakan bendungan Temef dengan kapasitas 80 juta kubik air itu merupakan yang terbesar di Nusa Tenggara Timur.

Daya tampung bendungan Temef jauh lebih besar dari bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang sudah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Januari 2018, serta bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu dan Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka.

Pembangunan bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka masih dalam proses konstruksi, sedang pembangunan bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu sudah mendekati titik finish.


Agus Sosiawan mengatakan kontrak pembangunan bendungan ke empat di Nusa Tenggara Timur itu sudah dilakukan pada awal Januari 2018, dan peletakkan batu pertamanya direncanakan pada Maret mendatang.

Bendungan Temef menurut rencana akan dibangun oleh PT Waskita Karya (Persero), sedang pembangunan jalan menuju lokasi bendungan serta jalan sekitar bendungan dibangun oleh PT Nindya Karya (Persero).

"Kontraknya sudah dilakukan. Kalau bukan Presiden Jokowi yang melakukan peletakan batu pertama, maka kemungkinan Menteri PUPR. Pak Jokowi mengatakan bahwa Maret nanti akan kembali datang untuk meresmikan Bendungan Rotiklot di Belu," ujar Agus.

Dana yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan Bendungan Temef dibagi menjadi dua paket yakni pertama sekitar Rp900 miliar dan paket kedua sekitar Rp500 miliar. Sesuai kontrak, pembangunan Bendungan Temef akan dilaksanakan selama 52 bulan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya sebelumnya mengatakan bendungan Temef akan mampu mengairi areal persawahan di sekitar Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Malaka di selatan Belu.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026