
Bulog NTT berhasil kendalikan harga beras medium

Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur berhasil mengendalikan harga beras medium dari Rp9.850/kilogram menjadi Rp9.700/kilogram dalam sebuah operasi pasar di Kupang.
Kupang (Antaranews NTT) - Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur berhasil mengendalikan harga beras medium dari Rp9.850/kilogram menjadi Rp9.700/kilogram dalam sebuah operasi pasar di Kupang.
"Kami berhasil menurunkan harga beras medium sejak dilakukan operasi pasar pada Senin (22/1) lalu," kata Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya di Kupang, Kamis.
Penurunan harga beras medium ini karena hingga saat ini sejumlah beras yang dijual di pasaran di Kota Kupang sudah berangsur turun harganya.
Pantuan Antara pada dua awal bulan Januari, pedagang beras di dua pasar tradisional besar di Kota Kupang menunjukkan bahwa beras medium yang dijual di pasar harganya berkisar dari Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram
Hal ini kemudian mendorong Bulog Divre NTT untuk menggelar operasi pasar beras medium di seluruh wilayah NTT sebanyak 3.000 ton untuk mengendalikan tingkat harga di pasaran.
Efdal sendiri mengklaim bahwa kegiatan operasi pasar tersebut berhasil mengendalikan harga beras medium di seluruh wilayah NTT sebanyak 3.000 ton. "Dari jumlah yang ada, sudah sekiitar 1.500 ton beras kami gunakan untuk kegiatan operasi pasar," katanya.
Efdal juga mengharapkan agar harga beras di Kota Kupang terus mengalami penurunan hingga di bawa Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.950 per kilogram.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
