Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur NTT ingatkan prioritas pemanfaatan dana desa

Rabu, 14 Februari 2018 16:19 WIB
Image Print
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya bersama para siswa di Kota Kupang. (Foto ANTARA)
"Terus-menerus saya tetap ingatkan agar dana desa digunakan untuk hal-hal yang prioritas, yang menjadi kebutuhan utama untuk menjawab kesulitan yang dihadapi masyarakat di desa-desa tersebut," kata Gubernur Frans Lebu Raya.

Kupang, (AntaraNews NTT) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat di daerahnya agar memanfaatkan program dana desa untuk pembangunan yang menjadi prioritas di masing-masing desa untuk menjawab kesulitan yang dialami masyarakat.

"Terus-menerus saya tetap ingatkan agar dana desa digunakan untuk hal-hal yang prioritas, yang menjadi kebutuhan utama untuk menjawab kesulitan yang dihadapi masyarakat di desa-desa tersebut," kata Gubernur Frans Lebu Raya di Kupang, Rabu, (14/2)

Gubernur dua periode itu mengemukakan, hasil kunjungannya ke daerah-daerah diketahui banyak desa yang belum menentukan skala prioritas dalam memanfaatkan dana desanya.

Seperti sejumlah desa yang dikunjunginya di Kabupaten Flores Timur, ia mendapati adanya penggunaan dana desa untuk membangun gapura-gapura pada jalan masuk di desa-desa.

"Ketika masuk ke desa ada dibangun saluran, saya pikir ada irigasi, tapi saluran itu dibangun dengan alasan supaya banjir tidak masuk ke pemukiman padahal desa bersangkutan selama ini tidak rawan banjir," katanya.

"Berapa besar banjir di desa itu sehingga harus dibuat parit keliling desa, saya pikir ini aneh, padahal banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas dari pada membangun parit itu," katanya lagi.

Contoh lain yang diutarakannya, seperti salah satu desa di Pulau Sumba yang dikunjunginya karena rawan mengalami gagal panen, namun dana desa yang diperoleh dimanfaatkan untuk membangun kantor desa.

Ia menjelaskan, desa tersebut mendapat dana desa sekitar Rp1 miliar, sementara setiap tahun masyarakatnya mengalami gagal panen tapi justeru digunakan untuk membangun kantor desa.


"Saya larang tidak boleh seperti itu, saya minta mereka bangun embung-embung supaya tahun depan dan seterusnya tidak mengalami kekeringan yang mengakibatkan gagal panen," katanya menambahkan.

Ia mengatakan, kondisi itu merupakan sejumlah contoh pemanfaatan dana desa di daerahnya yang harus diperhatikan secara serius setiap pemerintah kabupaten hingga desa, para pendamping dan masyarakat.

"Jangan hanya karena atas dasar demokrasi melalui musyawarah desa maka hal-hal yang tidak utama juga dibangun sana-sini sementara persoalan yang lebih besar diabaikan," katanya.

Lebih lanjut, gubernur meminta agar setiap unsur pemerintah di daerah saling bersinergi, membangun koordinasi yang baik agar program pro raykat berupa dana desa dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan laju perekonomian di desa-desa. "Tidak perlu setiap daerah merasa hebat sendiri, tapi harus saling berkoordinasi, saling share, sehingga hasil yang dibangun akan lebih optimal bagi masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026