
Pasien COVID-19 sembuh bertambah 400 orang

...Kami harapkan warga Kota Kupang jangan lengah dengan tingginya jumlah kesembuhan pasien COVID-19
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat ada 400 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona, sehingga jumlah kesembuhan di daerah itu secara keseluruhan menjadi 12.244 orang.
Dalam keterangan tertulis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang yang diterima di Kupang, Sabtu (21/8) menyatakan penambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 itu terjadi pada Jumat (20/8).
Sementara itu, pasien COVID-19 yang masih dalam perawatan medis dan isolasi mandiri maupun yang menjalani isolasi terpusat di Kota Kupang tercatat 1.163 orang, terdiri atas perawatan di rumah sakit 240 orang, isolasi mandiri 914 orang dan isolasi terpusat sembilan orang.
Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan masih dalam perawatan tersebut, tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Alak 126 orang, Kelapa Lima 188 orang, Kota Lama 104 orang, Kota Raja 157 orang, dan Kecamatan Oebobo 267 orang. Sedangkan pasien COVID-19 terbanyak yang masih dalam perawatan ada di Kecamatan Maulafa, yakni 321 orang. Sementara pasien COVID-19 yang meninggal dunia 306 orang.
Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Jumat (20/8) mengalami penambahan sebanyak 116 orang, sehingga secara kumulatif tercatat 13.713 orang.
Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengatakan Tim Satuan Tugas, baik di kecamatan dan kelurahan akan terus melakukan pemantauan terhadap penerapan protokol kesehatan guna mengendalikan lonjakan kasus positif COVID-19.
"Kami harapkan warga Kota Kupang jangan lengah dengan tingginya jumlah kesembuhan pasien COVID-19, penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan setiap melakukan aktivitas," kata Hermanus Man.
Baca juga: Kapolda NTT perintahkan jajaran pantau penerapan tarif tes PCR
Baca juga: Kota Kupang tetap larang pesta selama PPKM Level 4
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor:
Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
