
Ekspor NTT ke Timor Leste didominasi BBM

Badan Pusat Staristik (BPS) Nusa Tenggara Timur mencatat ekspor ke negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) pada Januari 2018 didominasi kelompok bahan bakar mineral senilai 362.304 dolar AS.
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Pusat Staristik (BPS) Nusa Tenggara Timur mencatat ekspor ke negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) pada Januari 2018 didominasi kelompok bahan bakar mineral senilai 362.304 dolar AS.
"Nilai kelompok bahan bakar mineral yang diekspor pada Januari 2018 naik dari Desember 2017 yang sebesar 227.584 dolar AS," kata Kepala BPS Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia di Kupang, Jumat.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan ekspor NTT pada Januari 2018 sebesar 1.423.852 dolar AS dengan volume mencapai 5.693 ton.
Kelompok komoditas yang diekspor di antaranya bahan bakar mineral, kelompok perabot dan penerangan ruma, kelompok bahan bakar mineral, kelompok garam, belerang, dan kapur, kelompok minuman, dan lainnya.
Share terbesar, lanjutnya, berasal dari minyak dan gas berupa bahan bakar mineral senilai 237.014 dolar AS, sementara nonmigas seperti garam, belerang, dan kapur senilai 205.788 dolar.
Namun, lanjut Maritje, nilai ekspor secara `year on year` atau Januari 2018 terhadap Januari 2017 terkoreksi menurun sebesar 10,37 persen.
"Catatan kami secara `year on year` nilai ekspor pada Januari 2017 lalu mencapai sebesar 1.843.368 dolar AS atau lebih besar dibanding Januari 2018," katanya.
Ia menjelaskan, jenis kelompok bahan bakar mineral yang mendominasi ekspor pada awal 2018 itu menggeser nilai ekspor pada Desember 2017 yang didominasi komoditi kendaraan dan onderdilnya.
Nilai kelompok komoditas kendaraan dan onderdilnya yang diekspor pada akhir 2017 mencapai sebesar 318.880 dolar AS, dan tercatat menurun pada Januari 2017 senilai 205.788 dolar AS. Maritje menambahkan, sementara pada Januari 2018, belum ada aktivitas impor yang dilakukan di NTT.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
