Wamenkumham : RUU KUHP bawa lima misi pembaruan
Kamis, 3 November 2022 4:30 WIB
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiarij memberikan kuliah umum dalam kegiatan bertema "Kumham Goes to Campus" di Universitas Nusa Cendana, Kota Kupang, NTT, Rabu (2/11/2022). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiarij mengemukakan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang sedang dipersiapkan saat ini membawa lima misi pembaruan.
"Misi RUU KUHP yang pertama adalah dekolonisasi, yakni upaya-upaya menghilangkan hukum kolonial yang itu terdapat dalam buku satu sebagai keunggulan RKUHP," katanya saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan bertema "Kumham Goes to Campus" di Universitas Nusa Cendana, Kota Kupang, NTT, Rabu, (2/11/2022).
Kedua adalah misi demokratisasi. Undang-Undang Dasar1945 menjamin kebebasan berbicara, berekspresi, dan berpendapat, namun kebebasan-kebebasan itu dibatasi.
Aturan yang tertulis dalam RUU KUHP saat ini, kata Wamenkumham, semuanya sudah disesuaikan dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi.
Misi ketiga adalah harmonisasi dan sinkronisasi yang harus dilakukan terhadap sekitar 200 undang-undang sektoral di luar KUHP yang memuat berbagai ancaman pidana dengan berbagai model dan modifikasi.
"Ini harus disinkronisasikan sehingga tidak terjadi disparitas pidana," katanya.
Misi keempat adalah konsolidasi karena setelah perang dunia II, perkembangan zaman menimbulkan efek negatif berupa berbagai kejahatan dimensi baru yang tidak bisa ditampung dalam KUHP.
Dengan demikian yang terjadi adalah dekodifikasi, yaitu mengeluarkan beberapa pasal dalam KUHP menjadi undang-undang tersendiri.
Ia mencontohkan seperti kejahatan jabatan dijadikan dalam Undang-Undang Korupsi, kejahatan pemilu dijadikan dalam Undang-Undang Pemilu dan lain sebagainya.
Politik hukum yang digunakan dalam RKUHP ini adalah rekodifikasi sebagai pengejawantahan dari misi konsolidasi, yaitu menghimpun berbagai ketentuan di luar KUHP dimasukkan KUHP.
"Tetapi, khusus kejahatan tertentu tidak menghapus atau tidak menegaskan undang-undang di luar KUHP," katanya.
Misi kelima, kata dia, adalah modernisasi yang berarti sudah berorientasi pada paradigma hukum pidana moderen, yaitu keadilan korektif, keadilan restoratif, dan keadilan rehabilitatif.
Dalam kunjungan ke Undana Kupang, Edward Omar didampingi jajaran dari Kemenkumham dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT Marciana Dominika Jone.
Kegiatan "Kumham Goes to Campus" diikuti ratusan mahasiswa, dosen, jajaran rektorat Undana serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi swasta lain di Kota Kupang.
Baca juga: Wamenkumham sebut Penyerangan martabat presiden dan wapres jadi delik aduan
Baca juga: Wamenkumham pantau pelayanan warga binaan di Lapas Kupang
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenkumham sebut RUU KUHP bawa lima misi pembaruan
"Misi RUU KUHP yang pertama adalah dekolonisasi, yakni upaya-upaya menghilangkan hukum kolonial yang itu terdapat dalam buku satu sebagai keunggulan RKUHP," katanya saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan bertema "Kumham Goes to Campus" di Universitas Nusa Cendana, Kota Kupang, NTT, Rabu, (2/11/2022).
Kedua adalah misi demokratisasi. Undang-Undang Dasar1945 menjamin kebebasan berbicara, berekspresi, dan berpendapat, namun kebebasan-kebebasan itu dibatasi.
Aturan yang tertulis dalam RUU KUHP saat ini, kata Wamenkumham, semuanya sudah disesuaikan dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi.
Misi ketiga adalah harmonisasi dan sinkronisasi yang harus dilakukan terhadap sekitar 200 undang-undang sektoral di luar KUHP yang memuat berbagai ancaman pidana dengan berbagai model dan modifikasi.
"Ini harus disinkronisasikan sehingga tidak terjadi disparitas pidana," katanya.
Misi keempat adalah konsolidasi karena setelah perang dunia II, perkembangan zaman menimbulkan efek negatif berupa berbagai kejahatan dimensi baru yang tidak bisa ditampung dalam KUHP.
Dengan demikian yang terjadi adalah dekodifikasi, yaitu mengeluarkan beberapa pasal dalam KUHP menjadi undang-undang tersendiri.
Ia mencontohkan seperti kejahatan jabatan dijadikan dalam Undang-Undang Korupsi, kejahatan pemilu dijadikan dalam Undang-Undang Pemilu dan lain sebagainya.
Politik hukum yang digunakan dalam RKUHP ini adalah rekodifikasi sebagai pengejawantahan dari misi konsolidasi, yaitu menghimpun berbagai ketentuan di luar KUHP dimasukkan KUHP.
"Tetapi, khusus kejahatan tertentu tidak menghapus atau tidak menegaskan undang-undang di luar KUHP," katanya.
Misi kelima, kata dia, adalah modernisasi yang berarti sudah berorientasi pada paradigma hukum pidana moderen, yaitu keadilan korektif, keadilan restoratif, dan keadilan rehabilitatif.
Dalam kunjungan ke Undana Kupang, Edward Omar didampingi jajaran dari Kemenkumham dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT Marciana Dominika Jone.
Kegiatan "Kumham Goes to Campus" diikuti ratusan mahasiswa, dosen, jajaran rektorat Undana serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi swasta lain di Kota Kupang.
Baca juga: Wamenkumham sebut Penyerangan martabat presiden dan wapres jadi delik aduan
Baca juga: Wamenkumham pantau pelayanan warga binaan di Lapas Kupang
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenkumham sebut RUU KUHP bawa lima misi pembaruan
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MKD DPR akan menggelar rapat dalami pelanggaran kode etik Edward Tannur
06 October 2023 16:19 WIB, 2023
Wamenkumham sebut Penyerangan martabat presiden dan wapres jadi delik aduan
26 May 2022 8:34 WIB, 2022
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Presiden Prabowo: Kami tahu ada yang mengganggu Indonesia, kami tidak bodoh
14 February 2026 8:24 WIB
Eks Dirut PT PIS dituntut 14 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:16 WIB
Anak Riza Chalid dituntut 18 tahun penjara pada kasus dugaan korupsi minyak
14 February 2026 8:14 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB