Bekas tentara Israel serahkan kunci Al Aqsa yang dicuri 56 tahun lalu
Mesdji Al-Aqsa (kubah hitam, kiri atas) di dalam komplek Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki Israel, dalam foto 10 Oktober 2016. Israel berusaha memprovokasi ketegangan dengan menyerbu Al Aqsa pada 5 April 2023. Provokasi ini tak begitu berhasil menciptakan sasaran-sasaran yang di antaranya mengganggu sikap Arab Saudi dalam konteks normalisasi hubungan dengan Iran. (Dennis Jarvis via Flickr)
Departemen Wakaf Islam di Yerusalem pada Kamis waktu setempat menyiarkan video yang menunjukkan direktur jenderal departemen itu, Sheikh Azzam Al-Khatib, menerima kunci tersebut dari pria yang disebutkan bernama Yair Barack itu.
Dalam video itu, Barack mengaku pernah menjadi bagian batalyon Israel yang bertempur di front Yerusalem Timur. Dia juga mengungkapkan banyak rekan seperjuangannya tewas dalam pertempuran 1967 itu.
"Saat itu saya sampai di Gerbang Al-Mugharabi (koridor barat Masjid Al-Aqsa)...dan begitu melihat ke kiri, saya menemukan sebuah kunci. Saya tak tahu mengapa saya mengambil kunci itu," kata Barack.
"Saya letakkan kunci itu di dalam saku, dan sejak itu, saya menyimpannya," tambah dia.
Barack mengatakan setelah 40 atau 50 tahun, dia menjadi tidak nyaman tetap menyimpan kunci itu "sudah pasti karena saya mencurinya dan kini saya memutuskan untuk mengembalikannya."
"Sekarang saya di sini. Saya kembalikan kunci yang saya curi. Saya kembalikan kepada pemiliknya...dan ini yang seharusnya Israel lakukan, yakni mengembalikan tanah, hak, kehormatan, kemerdekaan, kebebasan dan keamanan Palestina kepada rakyat Palestina," kata dia.
Ia mengaku sudah mengembalikan kunci itu dan merasa sudah "melakukan hal yang benar."
Barack mengembalikan kunci itu setelah para pemukim Israel bersama sejumlah pejabat Israel mengadakan pawai guna merayakan pendudukan Yerusalem Timur pada 1967.
Mengomentari pawai kontroversial itu, dia menyebutnya sebagai salah satu hari terburuk dalam setahun dirinya. Dia mengaku sudah lama tak pernah lagi merayakan "hari bendera".
Pawai Bendera diadakan pemukim Israel setiap tahun untuk memperingati apa yang mereka sebut penyatuan Yerusalem yang mengacu kepada pendudukan kota itu oleh Israel pada 1967.
"Hari itu saya menjadi bagian pendudukan. Saya harap tidak melakukannya, yakni menguasai Yerusalem." sesal dia.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel pada 1967. Israel menganeksasi seluruh kota itu pada 1980, tapi tak pernah diakui masyarakat internasional.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Israel dan Palestina sepakat gencatan senjata
Baca juga: Israel dan Palestina janji batasi kekerasan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Eks tentara Israel kembalikan kunci Al Aqsa yang dicuri 56 tahun lalu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo menelepon Mahmoud Abbas ucapkan Idul Fitri, perkuat solidaritas
24 March 2026 4:37 WIB
TNI AL menyiapkan kapal rumah sakit untuk pasukan perdamaian di Palestina
12 February 2026 15:41 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB
China Abstain di DK PBB karena Resolusi Gaza tidak menerapkan solusi dua negara
19 November 2025 13:08 WIB
DK PBB menyetujui pembentukan pasukan internasional untuk stabilitas Gaza
18 November 2025 12:02 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Penembakan saat Trump makan malam terjadi di hotel tempat Reagan dulu ditembak
26 April 2026 18:14 WIB