Gempa magnitudo 6,0 guncang Maluku
Minggu, 4 Juni 2023 11:36 WIB
Peta pusat gempa bumi dengan magnitudo 6,0 yang terjadi di bagian Laut Banda di Maluku pada Minggu (4/6/2023) pukul 07.25 WIB. (ANTARA/HO-BMKG)
Jakarta (ANTARA) - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda menyebabkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,0 di bagian wilayah Maluku pada Minggu, (4/6/2023) pukul 07.25 WIB, kata pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan bahwa menurut hasil analisis BMKG episenter gempa bumi itu berada di koordinat 6,92 Lintang Selatan dan 130,47 Bujur Timur.
Menurut dia, pusat gempa bumi tersebut berada di laut sekira 149 km arah barat laut Maluku Tenggara Barat pada kedalaman 118 km.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ia mengatakan, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun," katanya.
Ia menyampaikan bahwa gempa bumi tersebut dirasakan di daerah Saumlaki pada skala intensitas II MMI, getarannya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi yang terjadi di bagian Laut Banda tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hingga pukul 07.45 WIB tidak ada aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa dengan magnitudo 6,0 pada Minggu pukul 07.25 WIB di bagian wilayah Maluku.
Daryono mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memeriksa bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Baca juga: Situasi Ternate kondusif usai bentrok dua kelompok pemuda, menurut Kapolres
Baca juga: BNPB: Gempa Maluku terasa pada 11 daerah di NTT
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda picu gempa dengan magnitudo 6,0
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan bahwa menurut hasil analisis BMKG episenter gempa bumi itu berada di koordinat 6,92 Lintang Selatan dan 130,47 Bujur Timur.
Menurut dia, pusat gempa bumi tersebut berada di laut sekira 149 km arah barat laut Maluku Tenggara Barat pada kedalaman 118 km.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ia mengatakan, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun," katanya.
Ia menyampaikan bahwa gempa bumi tersebut dirasakan di daerah Saumlaki pada skala intensitas II MMI, getarannya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi yang terjadi di bagian Laut Banda tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hingga pukul 07.45 WIB tidak ada aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa dengan magnitudo 6,0 pada Minggu pukul 07.25 WIB di bagian wilayah Maluku.
Daryono mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memeriksa bangunan tempat tinggal untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Baca juga: Situasi Ternate kondusif usai bentrok dua kelompok pemuda, menurut Kapolres
Baca juga: BNPB: Gempa Maluku terasa pada 11 daerah di NTT
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda picu gempa dengan magnitudo 6,0
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sejumlah kepala daerah menyatakan dukungan percepatan hilirisasi perkebunan nasional
23 September 2025 6:08 WIB
BNPB estimasi 3.000 jiwa dievakuasi akibat erupsi Gunung Ibu di Maluku
16 January 2025 8:21 WIB, 2025
Artikel - Mengukir kedaulatan rupiah hingga pelosok Negeri Seribu Rempah
30 October 2024 14:00 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB